Banjir bandang yang melanda kawasan Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025 lalu, telah menyebabkan kerusakan parah dan menyisakan duka mendalam bagi ratusan ribu korban. Di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sebanyak 25.905 unit rumah warga dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dahsyat yang dipicu siklon senyar 2025 tersebut.

Puluhan Ribu Rumah Rusak, Ribuan Lainnya Hanyut

Data kerusakan di Aceh Timur, yang terverifikasi oleh Keuchik (Kepala Desa) dan Camat setempat, menunjukkan bahwa dari total 25.905 unit rumah yang terdampak, 3.843 unit di antaranya mengalami rusak berat atau hanya menyisakan puing-puing yang terbawa arus. Sementara itu, 5.513 unit rumah rusak sedang, dan 16.543 unit lainnya mengalami rusak ringan. Rumah-rumah yang terdampak umumnya tersebar di desa-desa pedalaman, pinggir sungai, lereng bukit, dan lembah gunung.

Pemerintah Siapkan Ribuan Hunian Sementara

Menanggapi skala kerusakan, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan bahwa pemerintah akan segera membangun Hunian Sementara (Huntara) sebanyak 2.594 unit. Huntara ini akan tersebar di 19 kecamatan yang paling terdampak. Selain itu, akan dibangun pula 819 unit Huntara bersifat komunal di 8 kecamatan yang masuk dalam wilayah relokasi Aceh Timur.

  Kementerian PU Pastikan Konektivitas Sumatra Pulih, Fokus ke Akses Desa dan Kecamatan

“Data tersebut sudah saya kirim ke Kementerian Dalam Negeri,” tutur Iskandar Usman, pada Sabtu (10/1).

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, lanjut Bupati Iskandar Usman, memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum sempat memasukkan data kerusakan rumah pada gelombang pertama, untuk mengusulkan pada gelombang kedua. Syaratnya adalah dengan melampirkan video atau foto kerusakan rumah akibat banjir kala itu.

50% LikesVS
50% Dislikes