Admin akun Instagram Partai Gerindra menjadi sorotan publik setelah merespons pedas kritik warganet terkait unggahan kasus bunuh diri seorang bocah SD di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kontroversi semakin memanas ketika admin tersebut menghapus komentar-komentar yang mengkritik.
Tragedi Bocah SD di NTT
Kasus tragis seorang bocah Sekolah Dasar (SD) di NTT yang mengakhiri hidupnya sendiri baru-baru ini menyita perhatian nasional. Bocah tersebut dilaporkan nekat melakukan bunuh diri karena ibunya tidak memiliki uang untuk membelikan peralatan tulis.
Sebelum meninggal, sang bocah dikabarkan menulis surat yang sangat menyentuh hati untuk ibunya. Peristiwa memilukan ini dengan cepat menjadi viral dan memicu simpati serta keprihatinan dari berbagai kalangan di Tanah Air.
Unggahan Gerindra dan Kritik Warganet
Partai Gerindra, partai politik yang didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto, turut menyoroti kasus ini melalui akun Instagram resminya. Unggahan tersebut menampilkan surat yang ditulis oleh bocah SD tersebut.
Dalam keterangannya, unggahan itu menyertakan kalimat, “Jangan biarkan peristiwa seperti ini terulang kembali.” Selain itu, Gerindra juga menyebutkan bahwa pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu. Sekolah Rakyat disebut hadir untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan yang layak dan memiliki masa depan yang sama.
Unggahan tersebut juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk membantu terlaksananya pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan memberikan data jumlah anak-anak tersebut.
Namun, unggahan tersebut justru menuai kritik tajam dari warganet. Salah satu akun, @lipo***, berkomentar, “Pake uang 17T buat gratiskan pendidikan dong.”
Respons Pedas Admin dan Penghapusan Komentar
Kritik tersebut tidak diterima baik oleh admin akun Instagram Gerindra. Admin membalas komentar @lipo*** dengan nada jengkel, “@lipo*** Apa sih anak abah? Sudah ada Sekolah Rakyat, RT juga harus peka.”
Respons ini memicu reaksi lebih lanjut dari warganet. Akun @isya** menimpali, “@gerindra langsung anak abah ya, ngeri ngeri.” Sementara itu, akun @abdul_hakim_youtube_kim_sen*** mempertanyakan, “@gerindra dih. Emang sekolah rakyat jumlahnya sebanyak apa? Sebanding ga dengan keberadaan sekolah yang udah ada?”
Perdebatan tersebut tidak berlangsung lama. Admin akun Instagram Gerindra segera menghapus komentar-komentar yang mengkritik unggahan tersebut.

