Sebanyak 254 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan kesiapan untuk menampung produksi air minum dalam kemasan (AMDK) yang merupakan produk lokal daerah setempat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mengamankan program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Koordinator Kabupaten Pengawas Koperasi Merah Putih Lombok Timur, Ahmad Yani, menegaskan komitmen pihaknya untuk mengedepankan hasil produksi daerah. “Hal itu merupakan salah satu langkah untuk mengamankan program presiden Prabowo Subianto dalam hal ketahanan pangan,” kata Ahmad Yani di Lombok Timur, Kamis (18/12/2025).
Yani menjelaskan bahwa seluruh gerai Koperasi Merah Putih di Lombok Timur, termasuk 22 koperasi yang telah beroperasi dari total 254 yang sedang dalam proses pembangunan, akan memprioritaskan penyediaan hasil produksi UMKM dan BUMD bagi masyarakat desa anggota koperasi. Ia menambahkan, “Koperasi desa di Lombok Timur memang tidak menolak produk luar daerah, tetapi produk dalam daerah menjadi prioritas.”
Hingga saat ini, 22 koperasi desa telah terbangun dan beroperasi. Pihak Kopdes menargetkan seluruh bangunan Kopdes di Lombok Timur harus sudah terbangun pada tahun 2026 mendatang. Proses pembangunan ini melibatkan konsultasi dan komunikasi intensif terkait kepengurusan, konstruksi, hingga sub bidang usaha yang akan dijalankan.
Menyambut inisiatif ini, Direktur Utama PT Energi Selaparang, Joyo Supeno, menyatakan kesiapan perusahaannya untuk memenuhi kebutuhan air minum kemasan bagi Kopdes di Lombok Timur. “Berapapun kebutuhan Kopdes nantinya kita akan siapkan,” ujar Joyo Supeno.
PT Energi Selaparang saat ini tengah berbenah untuk menyiapkan stok produk dan mempelajari sistem distribusi yang efektif untuk Kopdes. “Kami sedang mencoba mempelajari alur atau sistem distribusi untuk Kopdes tersebut. Tentu saja kami akan berproduksi mengikuti permintaan pasar yang terus melonjak setiap harinya dari pasar yang masih sangat terbuka,” tambah Supeno.
Persiapan yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas mesin produksi, penambahan karyawan, serta perbaikan manajemen dan alat produksi lainnya. Pembenahan internal ini diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
