Polres Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), akan menggelar Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Operasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 14 Februari 2026, dengan fokus utama pada edukasi dan penertiban lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.
Kepala Satlantas Polres Lotim, AKP Rachman, mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, terutama di musim hujan. Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam memilih waktu perjalanan. “Pengguna jalan harus bijak, kapan memilih untuk melakukan perjalanan berkendara. Apabila situasi tidak memungkinkan, hujan angin dan sebagainya, alangkah baiknya, pengguna motor untuk tidak berpergian dan jangan sampai memaksakan dan merugikan pengguna jalan lainnya,” ujar Rachman pada Sabtu (31/1/2026).
Selain itu, Rachman juga mengingatkan pengguna jalan untuk selalu memeriksa kondisi fisik kendaraan sebelum digunakan, memastikan kelayakan di jalan raya. “Ban motor depan belakang harus dicek dulu, apalagi musim hujan. Dan jangan berkecepatan tinggi,” jelasnya.
Pihaknya mencatat bahwa jumlah angka kecelakaan di Januari 2026 tidak mengalami peningkatan signifikan. Hal ini disebut Rachman karena kondisi cuaca ekstrem yang membuat banyak pengguna jalan mengurangi aktivitas berkendara. “Karena pengguna jalan juga turun, dikarenakan hujan yang deras disertai angin, memang mayoritas masyarakat berteduh atau bahkan tidak melakukan perjalanan. Jadi mengurangi lakalantas,” tambahnya.
Operasi Keselamatan Rinjani 2026 ini akan lebih menekankan pada kelayakan kendaraan dan pelanggaran kasat mata, seperti tidak menggunakan helm. Tindakan hukum berupa tilang dan teguran juga akan diterapkan. “Kita akan lakukan operasi keselamatan untuk pengguna jalan, yang di mana untuk menyiapkan mental pengguna jalan agar saat libur lebaran semuanya sudah tertib berlalu lintas. Jangan sampai saat lebaran ada hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi seperti lakalantas dan faktor utamanya tidak tertib,” pungkasnya.
