Kawasan Alun-Alun Brebes, Jawa Tengah, terendam banjir setinggi hingga 40 sentimeter pada Kamis (24/11) petang, setelah diguyur hujan deras selama lebih dari satu jam. Akibatnya, para pedagang terpaksa menutup lapak mereka lebih awal dan belasan pengendara sepeda motor harus menuntun kendaraannya yang mogok.

Tidak hanya di Alun-Alun, sejumlah titik lain di dalam Kota Brebes juga dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

Kusmanto (52), seorang pedagang minuman dan makanan di Alun-Alun, mengungkapkan bahwa ia memilih untuk segera menutup warungnya. Ketinggian air di lapaknya mencapai lutut orang dewasa.

“Mending tutup, banjir gini gak ada yang mampir,” tutur Kusmanto, menjelaskan alasannya.

Senada, Yudi, seorang pemotor asal Wanasari, juga merasakan dampak langsung banjir tersebut. Ia terpaksa menuntun sepeda motornya yang mogok setelah kemasukan air.

“Di Alun-alun banjir cukup dalam, motor sampai mogok kemasukan air,” kata Yudi.

Warga menduga, banjir yang kerap melanda kawasan Alun-Alun Brebes ini disebabkan oleh buruknya sistem drainase. Saluran air yang tersumbat sampah serta kapasitas drainase yang tidak memadai disebut-sebut menjadi pemicu utama.

  Hujan Deras Picu Banjir di Grobogan, Ratusan Rumah Terendam; Semarang Tingkatkan Kesiagaan

Menanggapi situasi ini, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Brebes, Muhamad Idrus, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengurasan seluruh saluran drainase sejak dua minggu lalu sebagai antisipasi hujan lebat.

“Memang hujan kali ini sangat deras sampai drainase tidak bisa menampungnya. Padahal baru kemarin kami kuras,” ujar Idrus.

Untuk mempercepat surutnya air, Idrus menambahkan, enam unit pompa air berkapasitas besar telah dioperasikan. Pompa-pompa ini akan mendorong air menuju Sungai Pemali.

“Mudah mudahan banjir tidak lama. Kita punya pompa yang beroperasi untuk menyedot air ke sungai,” harap Idrus.

50% LikesVS
50% Dislikes