Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan dua rumah warga di Kecamatan Titehena mengalami kerusakan parah, bahkan satu di antaranya ambruk rata dengan tanah setelah tertimpa pohon beringin.
Peristiwa terbaru menimpa rumah Mikael Koli Kumanireng di RT 12/RW 01 Desa Leraboleng pada Senin (12/1) sekitar pukul 11.00 Wita. Rumah Mikael ambruk setelah pohon beringin besar di sampingnya tumbang akibat terjangan angin kencang.
Mikael menuturkan, kejadian berlangsung tiba-tiba saat ia baru saja pulang dari kebun. “Cuaca hujan dan angin sangat kencang. Saya baru masuk rumah, tiba-tiba pohon beringin besar di samping rumah tumbang dan menimpa rumah hingga hancur,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (13/1).
Dalam kepanikan, Mikael berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah. Namun, istrinya yang sedang memasak di dapur tidak sempat keluar dan tertimbun reruntuhan bangunan. “Saya lari menyelamatkan diri, tapi istri saya yang sedang masak di dapur tertindis runtuhan. Warga yang melihat kejadian itu langsung datang membantu,” lanjut Mikael.
Berkat kesigapan warga sekitar, sang istri berhasil dievakuasi dan selamat tanpa korban jiwa. Kendati demikian, rumah Mikael mengalami kerusakan total dan tidak dapat dihuni lagi.
Sebelumnya, pada Minggu (11/1) sekitar pukul 22.00 Wita, rumah milik Frans Sang Hayong di RT 01/RW 01 Dusun Ile Gorang, Desa Watowara-Lato, Kecamatan Titehena, juga dilaporkan porak-poranda. Angin kencang menghantam bangunan berdinding bambu itu saat hujan deras dan listrik padam, ketika penghuni rumah sudah tertidur.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, rumah Frans mengalami kerusakan parah pada bagian atap dan penghuninya terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga.
Menanggapi serangkaian kejadian ini, Sekretaris Desa Leraboleng, Petrus Kanisius Belawa Kelen, membenarkan insiden yang menimpa rumah Mikael. Pihak desa kini tengah menyiapkan laporan resmi untuk diteruskan kepada Bupati Flores Timur.
Warga berharap adanya perhatian serius serta bantuan dari pemerintah daerah. Pasalnya, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat hingga tidak layak huni.

