Ratusan pengunjung memadati Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Selasa (17/2/2026), untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2026. Atraksi barongsai menjadi magnet utama yang menarik perhatian masyarakat, menawarkan hiburan sekaligus edukasi budaya Tionghoa.

Seorang pengunjung asal Karawang, Nafkiano Al-Fahrezi (9), mengungkapkan antusiasmenya menikmati atraksi barongsai saat menghabiskan waktu libur sekolah di Jakarta bersama keluarganya. Nafkiano datang bersama sepupu, orang tua, dan adiknya untuk berlibur sekaligus menyaksikan pertunjukan di TMII.

“Ke sini aku lihat barongsai, seru banget. Aku sama sepupu, orang tua, adek. Aku mau liburan aja, kan libur sekolah, mau jalan-jalan,” ujar Nafkiano di TMII, Jakarta Timur, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, pertunjukan barongsai yang disajikan sangat menarik dan menghibur. Ia terkesan dengan berbagai atraksi yang ditampilkan para pemain, mulai dari lompatan, naik meja, hingga salto.

“Menurut aku atraksi barongsai-nya bagus, loncat, naik meja, sampai ada salto juga tadi. Sempat mau jatuh, lihatnya seru,” katanya. Tak hanya itu, Nafkiano juga merasa senang karena mendapatkan angpao dari para pemain barongsai, pengalaman pertamanya menyaksikan pertunjukan tersebut secara langsung.

  Kemenkes Peringatkan Pentingnya Jaga Kesehatan Pendengaran Anak Demi Indonesia Emas 2045

“Dikasih angpao juga tadi sama kakak-kakak. Aku baru pertama kali ke sini, jadi seru lihatnya rame,” tambah Nafkiano, yang berencana melanjutkan kegiatan dengan berkeliling bersama orang tuanya setelah pertunjukan.

Pengunjung lain, Rasya (42), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung pertunjukan barongsai. Menurutnya, momen Imlek di TMII selalu menghadirkan suasana yang berbeda dan menjadi tradisi tahunan bagi keluarganya.

“Setiap tahun saya selalu sempatkan ke sini saat Imlek. Anak-anak senang melihat barongsai, sekaligus bisa belajar tentang budaya Tionghoa,” ujar Rasya. Ia menilai, pertunjukan barongsai di TMII tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat.

“Selain hiburan, ini juga memperkenalkan nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Kita bisa melihat bagaimana budaya Tionghoa dirayakan bersama-sama,” jelas Rasya.

Sejak pagi hari, pengunjung mulai berdatangan bersama keluarga dan kerabat, tampak antusias menunggu penampilan barongsai yang digelar di Plaza Kori Agung, TMII. Dentuman tambur, simbal, dan gong yang mengiringi tarian barongsai semakin menambah semarak suasana.

  Kerusuhan Panen Sawit Paksa di Donggala, Lima Korban Luka, Polisi Pastikan Situasi Kondusif

Para penari menampilkan gerakan lincah dan atraktif, mulai dari lompatan, putaran, hingga aksi akrobatik di atas tiang-tiang tinggi, mengundang rasa kagum dan tepuk tangan meriah dari para penonton. Atraksi barongsai menjadi salah satu daya tarik utama Festival Pecinan selama Pekan Imlek tahun ini.

Selain barongsai, pengelola TMII juga menghadirkan pertunjukan seni tradisional lainnya seperti Wushu Dance yang menampilkan seni bela diri khas Tiongkok, serta pertunjukan Bian Lian yang turut menambah nuansa oriental dalam perayaan tersebut.

Tak hanya hiburan budaya, TMII juga menyiapkan festival kuliner bertema Imlek. Beragam makanan khas disajikan kepada pengunjung, mulai dari bakmi, gohyong, hingga aneka hidangan lainnya yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Suherman, perwakilan pengelola, memastikan bahwa seluruh kuliner yang dijual di kawasan TMII telah melalui proses seleksi dan dipastikan halal.

50% LikesVS
50% Dislikes