Arema FC resmi meminjamkan gelandang serang Muhammad Rafli ke klub Liga 2, Deltras Sidoarjo. Keputusan ini diambil di tengah sorotan publik terhadap performa Rafli, terutama setelah blunder fatalnya yang berujung kekalahan Arema FC dari Persita Tangerang di Stadion Kanjuruhan.
Blunder tersebut terjadi pada laga kontra Persita Tangerang, di mana kesalahan Rafli pada menit ke-90 dimanfaatkan Andrejic Aleksa untuk mencetak gol tunggal kemenangan 0-1 bagi tim tamu. Insiden ini menambah panjang daftar penampilan Rafli yang dianggap kurang memuaskan oleh sebagian Aremania.
Meski demikian, Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, membantah tegas bahwa peminjaman Rafli merupakan konsekuensi dari blunder tersebut. Santos menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada sang pemain.
Marcos Santos: Bukan karena Blunder, Tapi Menit Bermain
“Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Marcos Santos dalam keterangannya pada Senin (5/1/2026).
Pelatih berusia 48 tahun itu juga menekankan loyalitas dan tanggung jawab Rafli terhadap klub. “Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar,” tambahnya.
Santos mengakui bahwa keputusan meminjamkan Rafli, yang masih terikat kontrak dengan Arema FC, adalah langkah yang sulit. Namun, hal ini menjadi keharusan mengingat ketatnya persaingan di lini tengah Arema FC.
“Saat ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuad dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman, sehingga ia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya,” tegas Marcos.
Sorotan Publik dan Statistik Rafli
Sebelumnya, Rafli memang kerap menjadi penghangat bangku cadangan dan hanya dimainkan di babak kedua. Sosoknya sebagai menantu Owner Arema FC, Iwan Budianto, juga sering menjadi perhatian dan perbincangan di kalangan Aremania.
Secara statistik, pesepakbola jebolan Aji Santoso Football Academy (ASIFA) ini hanya bermain dalam lima laga Super League musim 2025/2026 dengan total 11 menit bermain. Sejak bergabung dengan Arema FC pada musim 2016-2017, Rafli telah mencatatkan 159 pertandingan, dengan torehan 11 gol dan 10 assist. Angka ini dianggap jauh dari ekspektasi sebagai seorang gelandang serang.
Di posisi serupa, Arema FC memiliki sejumlah nama lain seperti Valdeci, Ian Puleio, hingga pemain muda Arkhan Fikri, yang membuat persaingan semakin ketat dan membatasi peluang Rafli untuk mendapatkan menit bermain reguler.
