PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pergerakan masyarakat di jalur penyeberangan utama nasional terpantau masih terkendali pascaperayaan Hari Raya Natal 2025. Di tengah mulai terbentuknya arus balik libur Tahun Baru 2026, tingkat pemanfaatan kuota penyeberangan dinilai belum tinggi. Pemesanan tiket untuk periode pasca-Natal hingga awal Tahun Baru 2026 terpantau masih rendah, hanya berada pada kisaran 4,32%.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan kondisi tersebut menunjukkan kuota penyeberangan secara umum masih relatif longgar. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunda perjalanan dan memanfaatkan ketersediaan kuota.

“Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak menunggu puncak arus balik. Dengan kuota yang masih tersedia, masyarakat dapat memilih waktu perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan,” ujar Heru dalam keterangan yang dikutip pada Minggu (28/12).

Tingkat Keterisian Pelabuhan Pascaperayaan Natal

Pada puncak pergerakan pasca-Natal yang terjadi pada 26 Desember 2025 atau H+1, tingkat pemanfaatan kuota di sejumlah pelabuhan utama menunjukkan variasi. Di lintasan Jawa–Sumatera, Pelabuhan Merak mencatat tingkat keterisian sekitar 16,49%, Pelabuhan Ciwandan 62,47%, dan Pelabuhan Bakauheni 22,52%.

  Kodim 1620 Lombok Tengah Pastikan Keamanan Tahun Baru 2026 dengan Layanan Panggilan Darurat 24 Jam

Sementara itu, di lintasan Jawa–Bali, Pelabuhan Ketapang mencatat 48,65% dan Pelabuhan Gilimanuk mencapai 69,09%. Heru Widodo menambahkan, tingginya pemanfaatan kuota di pelabuhan alternatif seperti Ciwandan dan Gilimanuk mencerminkan pola perjalanan yang mulai menyebar dan tidak terpusat di satu titik.

Data Posko Merak, yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, pada H+1 Natal mencatat 123 perjalanan kapal beroperasi selama 24 jam. Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 33.910 orang, angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun pergerakan kendaraan secara keseluruhan relatif stabil, dengan pertumbuhan paling menonjol terjadi pada segmen bus.

Imbauan ASDP untuk Perjalanan Aman dan Nyaman

Sejalan dengan itu, ASDP kembali mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy. Saat ini, penjualan tiket di pelabuhan telah ditiadakan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan.

Pengguna jasa diminta membeli tiket secara daring, memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan, serta datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menekankan pentingnya disiplin terhadap jadwal dan kesiapan perjalanan untuk kelancaran arus balik.

  Zulkifli: "Stok Cabai dan Bawang di Palu Aman, Warga Tak Perlu Panik Jelang Natal 2025"

“Kami mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi, memastikan tiket telah dimiliki sebelum tiba di pelabuhan, serta mengatur waktu perjalanan dengan baik. Selain itu, pengguna jasa diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah lintasan dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tutur Windy.

Dengan tingkat pemanfaatan kuota yang masih relatif longgar di sejumlah lintasan, serta arus balik yang mulai terbentuk secara bertahap, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendorong masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk merencanakan perjalanan ferry sejak dini.

50% LikesVS
50% Dislikes