Sahabat mendiang Lula Lahfah, Risya Brabo, baru-baru ini mengungkap isi buku harian milik Lula yang belum sempat terpublikasi. Potongan-potongan tulisan pribadi tersebut dibagikan Risya melalui akun Instagram pribadinya @risyabrabo pada Kamis (5/2/2026), memicu beragam reaksi dari publik dan rekan selebriti.
Dalam unggahannya, Risya menyatakan rasa syukurnya akhirnya bisa membaca tulisan-tulisan Lula. Ia menyebut, Lula kerap menuliskan tentang dirinya serta berbagai kebaikan yang pernah ia terima. Risya juga tak bisa menyembunyikan penyesalannya karena merasa masih ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama sahabatnya itu. Ia mengaku rindu mendengar suara Lula atau sekadar menerima notifikasi darinya.
Curahan Hati Lula Lahfah di Buku Harian
Buku harian tersebut memuat hal-hal sederhana yang membuat Lula bersyukur setiap hari. Pada 23 Desember 2025, Lula menuliskan rasa syukurnya karena bisa melakukan panggilan video dengan Risya, saling berbagi masalah yang menurutnya terasa menenangkan. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena pacarnya masih mau berbicara dengannya.
Sehari setelahnya, pada 24 Desember 2025, Lula kembali menuliskan rasa syukurnya bisa berkumpul di rumah Risya. Ia juga merasa memiliki keberanian untuk pergi keluar malam bersama Sarah, Keanu, dan Risya, serta merasa tenang karena kehadiran Risya. Tak lupa, ia menuliskan rasa terima kasih kepada Mba Asah yang mengingatkannya untuk makan.
Reaksi Awkarin dan Warganet Soroti Reza Arap
Terungkapnya isi diary tersebut turut mengundang reaksi dari sahabat Lula lainnya, termasuk Awkarin. Namun, Awkarin justru dibuat salah fokus dengan salah satu curhatan Lula yang menyebut dirinya bersyukur karena masih bisa berbicara dengan sang kekasih, Reza Arap.
“Still wants to talk to me???????” komentar Awkarin, mempertanyakan kalimat tersebut. Ia kemudian menambahkan, “Pasti sedih banget ya hari-hari terakhir Lula boyfriend-nya malah nggak mau ngobrol sama Lula.”
Tak hanya Awkarin, warganet pun ramai mempertanyakan hal serupa. Banyak yang menduga Reza Arap dan Lula sempat bertengkar di hari-hari terakhirnya, padahal diary itu ditulis pada Desember 2025. Alhasil, perdebatan netizen pun semakin memanas menyoroti isi curhatan Lula yang kini terungkap ke publik.

