Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melantik 37 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kabupaten/kota se-Jawa Timur secara serentak. Acara bersejarah ini berlangsung di Jatim Expo, Surabaya, pada Minggu (15/2/2026), menandai kali pertama pelantikan terpadu di tingkat provinsi.

Pelantikan massal ini mencatatkan sejarah baru bagi Partai Golkar di Jawa Timur. Dari total 38 kabupaten/kota, sebanyak 37 daerah telah menuntaskan musyawarah daerah dan mengikuti prosesi pelantikan. Satu daerah lainnya dijadwalkan akan menyusul.

Tonggak Konsolidasi Partai

Ketua Panitia Pelaksana, Adi Wibowo, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan tonggak penting dalam upaya konsolidasi partai di tingkat daerah. “Ini pertama kalinya dalam sejarah seluruh pengurus kabupaten/kota dikumpulkan dalam satu forum pelantikan. Biasanya hanya ketua-ketuanya saja yang bertemu,” ujar Adi.

Ia menambahkan, “Hari ini lengkap, mulai ketua, sekretaris, hingga bendahara kami hadirkan di depan sebagai simbol kesiapan dan tanggung jawab.” Adi Wibowo berharap momentum ini dapat menjadi model konsolidasi partai ke depan, sekaligus langkah awal untuk mencapai target politik pada Pemilu 2029, baik untuk DPRD kabupaten/kota maupun DPRD provinsi.

  Program Gentengisasi Prabowo Berpotensi Tekan Impor dan Ciptakan Puluhan Ribu Lapangan Kerja, Kata Gerindra Jatim

Jawa Timur Barometer Politik Nasional

Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia menyoroti arti strategis Jawa Timur dalam peta politik nasional. Menurutnya, provinsi ini selalu menjadi barometer kemenangan politik di Indonesia. “Saya datang ke Jawa Timur karena saya tahu, siapa yang bisa menguasai Jawa Timur, dia yang bisa menciptakan sejarah baru untuk kebaikan masa depan Indonesia,” tegas Bahlil.

Bahlil mengingatkan bahwa Partai Golkar lahir dari sejarah panjang pergulatan bangsa, sebagai jawaban atas ketidakstabilan politik dan ekonomi di masa lalu. Oleh karena itu, ia menyebut Golkar bukan milik kelompok tertentu, melainkan milik rakyat. “Golkar adalah aset bangsa. Rumah besar bagi seluruh aspirasi politik rakyat, dari latar belakang apa pun,” ujarnya.

Pentingnya Konsolidasi hingga Tingkat Desa

Lebih lanjut, Bahlil menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Ia meyakini bahwa kemenangan tidak mungkin diraih tanpa kerja organisasi yang rapi dan solid dari akar rumput. “Rakyat itu ada di desa dan kecamatan. Konsolidasi adalah kata kunci. Kalau ingin menang, jangan kerja setengah hati,” katanya.

  KONI Kota Kediri Ukir Sejarah, Raih Prestasi Terbaik Sepanjang Satu Dekade di Porprov Jatim IX 2025

Bahlil juga menyoroti komposisi pemilih muda dan perempuan yang diprediksi akan semakin dominan menjelang Pemilu 2029. Ia menyebut generasi muda mencapai lebih dari 70 persen pemilih baru. Oleh karena itu, struktur dan strategi partai harus memberi ruang besar kepada anak muda dan perempuan dalam posisi strategis.

50% LikesVS
50% Dislikes