Banjir bandang menerjang kawasan objek wisata Guci, tepatnya di area Pancuran 13, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12) malam. Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun arus air yang deras menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas, terutama saluran pipa air di kawasan wisata serta vila-vila di sekitarnya.

Bencana alam ini dipicu oleh hujan lebat berintensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak siang hari. Curah hujan yang ekstrem tersebut mengakibatkan peningkatan debit air secara tiba-tiba pada aliran sungai yang berhulu di pegunungan tersebut.

Salah satu titik terdampak paling parah adalah kawasan Pancuran 13. Aliran banjir bandang membawa material lumpur, batu, dan kayu yang mengalir deras melintasi area wisata. Arus kuat tersebut menyapu dan merusak pipa saluran air bersih serta pipa air panas yang selama ini menjadi penunjang utama fasilitas pemandian air panas, vila, dan penginapan di Guci.

Sejumlah pipa air panas bahkan terlihat terseret arus banjir, menjadi bukti betapa besarnya debit air yang turun dari kawasan hulu Gunung Slamet. Kejadian ini, yang berlangsung tak lama setelah hujan deras, sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pengunjung dan warga sekitar.

  Jawa Tengah Catat 94,01 Persen Jalan Provinsi Mantap, Dukung Kelancaran Nataru 2025

Aparat setempat bersama petugas terkait segera mengambil tindakan pengamanan dengan menutup sementara akses menuju lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko lanjutan dan menjaga keselamatan pengunjung.

Hingga kini, aparat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal masih terus melakukan pemantauan di lokasi. Mereka juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

50% LikesVS
50% Dislikes