Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (11/1), mengakibatkan sedikitnya 14.143 jiwa terdampak. Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran yang menghantam sebuah toko sembako.

Insiden Longsor Maut di Gebog

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Sebuah tebing bukit longsor setelah diguyur hujan lebat, menimpa bangunan toko sembako yang berada di bawahnya hingga runtuh.

Pemilik toko, Sriyatun, ditemukan meninggal dunia dalam posisi berdiri, terjepit antara tembok bangunan toko dengan kusen. Suasana duka menyelimuti warga setempat, terutama mereka yang tinggal di lereng perbukitan, memicu kekhawatiran akan longsor susulan mengingat hujan deras masih mengguyur.

Nursidi, suami korban, menceritakan detik-detik sebelum kejadian. “Sebelum kejadian saya dan istri mendengar suara gemuruh, bahkan kami sudah berlari keluar toko tetapi istri saya nekat masuk lagi untuk mengambil tas, kemudian tanah dan batu berguguran dari atas bukit dan menghantam toko,” ujarnya.

Longsor Lain dan Dampak Banjir

Beberapa jam sebelumnya, bencana tanah longsor juga terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus. Longsor yang dipicu curah hujan tinggi sejak dini hari itu merusak tiga rumah warga.

Kepala Polsek Gebog, AKP Siswanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden di Dukuh Semliro. “Untung saat mendengar suara gemuruh para warga penghuni rumah itu sudah berlarian menyelamatkan diri,” kata Siswanto.

Setelah menerima laporan, Polsek Gebog segera menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan dan penanganan darurat. Prioritas utama adalah keselamatan warga terdampak dan evakuasi ke tempat aman. Pengecekan longsor pada tebing setinggi 10 meter di lokasi tersebut tidak menemukan korban jiwa.

Selain longsor, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji, mengungkapkan bahwa banjir juga merendam sejumlah kawasan. Banjir ini merupakan dampak dari hujan lebat yang mengguyur kawasan Gunung Muria dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan catatan BPBD Kudus, bencana banjir dan longsor ini telah terjadi sejak Jumat (9/1), dengan total 14.143 jiwa terdampak.

Status Siaga Darurat Ditetapkan

Menanggapi serangkaian bencana ini, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris telah memerintahkan seluruh instansi terkait untuk melakukan penyelidikan, penanganan cepat, serta meningkatkan status siaga darurat bencana. Status siaga darurat ini akan berlaku hingga 31 Mei 2026 mendatang.