Banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, semakin meluas hingga merendam 93 desa di 19 kecamatan pada Rabu (14/1/2026). Ketinggian air dilaporkan mencapai 50-120 sentimeter, mengakibatkan 15.237 keluarga atau sekitar 48.193 jiwa terdampak. Kondisi ini memicu peningkatan gelombang pengungsian di berbagai titik.
Hujan lebat yang terus mengguyur Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1/2026) menjadi penyebab utama meluasnya banjir. Intensitas hujan yang tinggi, ditambah dengan meluapnya sejumlah sungai besar seperti Sungai Silugonggo, Sungai Juwana, dan Sungai Simo, memperparah kondisi. Topografi daerah yang cenderung sulit mengalirkan air juga menjadi faktor penghambat surutnya banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetyo, menyatakan bahwa tim gabungan terus berupaya mengevakuasi warga. “Hujan lebat masih mengguyur sehingga banjir semakin keluar dan meninggi, bersabar tim gabungan kita terus mengevakuasi warga karena rumah mereka terendam sekitar 80-120 sentimeter,” kata Martinus pada Rabu (14/1/2026).
Data BPBD Pati menunjukkan bahwa 19 kecamatan yang terdampak meliputi:
- Kecamatan Pati (14 Desa)
- Dukuhseti (10 Desa)
- Juwana (10 Desa)
- Jakenan (9 Desa)
- Gabus (7 Desa)
- Wedarijaksa (5 Desa)
- Margorejo (4 Desa)
- Cluwak (4 Desa)
- Margoyoso (3 Desa)
- Tayu (3 Desa)
- Tlogowungu (3 Desa)
- Tambakromo (3 Desa)
- Batangan (3 Desa)
- Gunungwungkal (3 Desa)
- Pucakwangi (3 Desa)
- Winong (2 Desa)
- Trangkil (2 Desa)
- Sukolilo (2 Desa)
- Gembong (1 Desa)
Selain ribuan rumah warga dan ratusan hektare sawah yang terendam, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Empat bendungan, yakni Bendung Jrakah 1, Bendung Jrakah, Bendung Gintungan, dan Bendung Gunuk, dilaporkan rusak. Di Kecamatan Trangkil, tanggul Kali Gholan jebol, mengakibatkan belasan hektare tambak ikan hanyut.
Martinus menambahkan, di Kecamatan Pati, Desa Dengkek melaporkan ketinggian air mencapai 80 sentimeter yang merendam rumah warga, sekolah, dan perkantoran. Sementara itu, di Kecamatan Juwana dan Jakenan, banjir setinggi 90 sentimeter merendam 467 rumah, menyebabkan sebagian warga mulai terisolasi.
Tidak hanya banjir, bencana tanah juga terjadi di beberapa wilayah. Di Kecamatan Margorejo, tanah amblas sepanjang 50 meter memutus jalan Desa Bumirejo. Sedangkan di Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, terjadi longsor dengan kedalaman 25 meter.
Tim gabungan terus menyalurkan bantuan logistik serta mendirikan posko, tempat pengungsian, dan dapur umum di puluhan titik untuk membantu warga terdampak.

