PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah atau Bank Sulteng mengusulkan sejumlah nama calon direksi dan komisaris baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026. Rapat tersebut diselenggarakan di Kota Palu pada Rabu, 4 Februari 2026, bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Palu pada Kamis (5/2/2026), RUPS-LB menetapkan Isdar E. Burhanuddin sebagai calon direktur operasional. Jabatan ini diketahui telah kosong beberapa waktu terakhir. Selain itu, Firmansyah Azis diusulkan sebagai calon direktur bisnis, menggantikan Myrna Rianasari yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

Untuk jajaran komisaris, RUPS-LB mengusulkan Nolvi Kilanta sebagai calon komisaris. Novi Ventje B. Kaligis, yang sebelumnya menjabat komisaris independen, dicalonkan untuk naik posisi menjadi komisaris utama.

Isdar E. Burhanuddin saat ini menjabat sebagai Kepala Bank Sulteng Kantor Cabang Kabupaten Sigi. Sementara Firmansyah Azis adalah Kepala Divisi Kredit Kantor Pusat Bank Sulteng. Nolvi Kilanta diketahui menjabat sebagai Kepala Grup Operasi PT Bank SulutGo, yang juga merupakan bagian dari PT Mega Corpora.

  Kisah Friderica Widyasari Dewi: Dari Dewi Setyawati di Angling Dharma Menuju Pucuk OJK

Dengan usulan ini, komposisi direksi Bank Sulteng saat ini menyisakan Ramiyatie sebagai Direktur Utama dan Judy Koagow sebagai Direktur Kepatuhan. Di tataran komisaris, Novi Ventje B. Kaligis dan Max Kembuan masih menjabat sebelum adanya perubahan.

Seluruh calon direksi dan komisaris yang diusulkan ini selanjutnya akan menjalani proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Termasuk di antaranya adalah uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum mereka resmi menduduki jabatannya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan pentingnya komitmen bersama. “Bank Sulteng adalah milik kita bersama. Dibutuhkan komitmen nyata dari seluruh pemegang saham, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Komposisi Kepemilikan Saham Bank Sulteng

Pemegang SahamPersentaseJumlah Lembar Saham
Pemprov Sulteng30,64%1.507.448
PT Mega Corpora26,00%1.279.348
Pemkab Parigi Moutong4,93%242.638
Pemkab Banggai4,85%238.417
Pemkab Tolitoli4,52%222.523
Pemkab Banggai Kepulauan3,68%181.068
Pemkab Poso3,49%171.897
Pemkab Donggala3,42%168.487
Pemkab Tojo Una-Una3,34%164.495
Pemkab Buol3,02%148.407
Pemkab Morowali Utara2,94%144.741
Pemkab Morowali2,93%144.164
Pemerintah Kota Palu2,56%125.728
Pemkab Banggai Laut2,31%113.591
Pemkab Sigi1,36%66.746
50% LikesVS
50% Dislikes