Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK THT di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada Jumat (23/1) malam. Keputusan ini diambil setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh 10 korban telah ditemukan dalam 11 kantong jenazah (body pack) yang berhasil dievakuasi dari medan sulit Maros-Pangkep.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan penutupan operasi dilakukan usai rapat evaluasi di Kantor Basarnas Kelas A Makassar. Penemuan seluruh fragmen jenazah menandai berakhirnya upaya intensif yang berlangsung sejak pesawat jatuh pada 21 Januari 2026.

“Pada hari ini, Pak Karo Ops Polda Sulsel menyampaikan bahwa seluruh body pack yang diserahkan teridentifikasi sebagai bagian tubuh yang berbeda-beda. Alhamdulillah, dari 11 body pack yang kita temukan, DVI Polri memastikan terdapat 10 jenazah,” ujar Syafii dalam pernyataan resminya.

Syafii menambahkan, meskipun kondisi badan pesawat hancur berkeping-keping, para korban ditemukan dalam kondisi yang relatif utuh. Saat ini, tim DVI Polri terus bekerja untuk mengidentifikasi nama-nama korban secara personal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

  Setelah 7 Jenazah Terakhir Dievakuasi, DVI Polri Perkirakan Butuh Sepekan Identifikasi Korban ATR 42-500

Meski operasi aktif berakhir, Basarnas Makassar tetap memberlakukan status siaga tanpa batas waktu. Hal ini guna merespons jika terdapat laporan masyarakat mengenai temuan sisa-sisa korban di lokasi kejadian di masa mendatang.

“Apabila di kemudian hari ada laporan masyarakat, sekecil apa pun temuan body pack, menjadi kewajiban Basarnas untuk melaksanakan evakuasi dan menyerahkannya kepada DVI Polri. Tidak ada jenjang waktu, pokoknya Basarnas akan siap siaga tanpa ruang dan waktu,” tegas Syafii.

Dengan berakhirnya mandat Basarnas sebagai SAR Coordinator, fokus penanganan kini beralih sepenuhnya kepada proses identifikasi oleh DVI Polri dan investigasi teknis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat PK THT tersebut.

“Pada malam hari ini, saya menyatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat PK THT secara resmi saya nyatakan selesai,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes