BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan secara resmi memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Peletakan batu pertama dilaksanakan di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Proyek pembangunan ini mencakup lahan seluas 28 hektare dan direncanakan akan menyediakan total 120 unit hunian. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program pemulihan pascabencana yang bertujuan untuk memberikan solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang melanda wilayah Sumatra Utara sepanjang tahun 2025.
Zakat sebagai Solusi Pemulihan Pascabencana
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan wujud nyata dari peran zakat dalam menghadirkan harapan dan pemulihan bagi masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa zakat hadir sebagai solusi. Zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang membantu masyarakat keluar dari kesulitan dan bangkit kembali,” ujarnya.
Imdadun menambahkan, semangat kemitraan yang kuat antara Baznas RI, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana ini.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah dan Penguatan Solidaritas
Menanggapi dukungan tersebut, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Baznas RI. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas RI yang telah membantu pembangunan hunian tetap bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Ini sangat membantu percepatan pemulihan warga yang terdampak bencana,” kata Gus Irawan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Provinsi Sumatra Utara, Mohammad Hatta, turut menekankan bahwa pembangunan hunian tetap ini adalah amanah yang diemban dari para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui Baznas. “Jika dianalogikan, kita ini seperti satu tubuh. Ketika ada bagian yang terluka, seluruhnya merasakan. Kepada para muzaki dan mustahik, Allah akan memberikan ketenangan kepada keduanya. Inilah semangat zakat yang memperkuat solidaritas umat,” pungkas Mohammad Hatta.
