SUKABUMI, 21 Desember 2025 – Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, selama dua hari berturut-turut pada Kamis (18/12) hingga Jumat (19/12). Peristiwa ini melanda 15 kecamatan, mengakibatkan puluhan rumah rusak dan belasan keluarga terpaksa mengungsi.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengonfirmasi sebaran bencana yang merata dari wilayah utara hingga selatan Sukabumi. “Hasil pendataan lapangan menunjukkan 15 kecamatan dilanda bencana dalam kurun waktu dua hari tersebut. Dampak kerusakan bangunan cukup signifikan di beberapa titik,” kata Daeng pada Sabtu (20/12).

Bencana berupa tanah longsor, pergerakan tanah, dan cuaca ekstrem ini menyebabkan sedikitnya 69 rumah warga mengalami kerusakan. Rinciannya, empat bangunan rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan 63 rumah rusak ringan. Selain pemukiman, empat titik ruas jalan juga mengalami kerusakan, serta satu bangunan Posyandu turut terdampak material bencana.

BPBD mencatat 11 Kepala Keluarga (KK) kini berada di pengungsian atau rumah kerabat terdekat karena hunian mereka tidak lagi aman. Sebaran pengungsi meliputi 7 KK di Palabuhanratu, 1 KK (3 jiwa) di Caringin, 1 KK (3 jiwa) di Cibitung, 1 KK (4 jiwa) di Kalibunder, dan 1 KK di Cisaat.

  Khofifah Pastikan Tren Virus H3N2 di Jawa Timur Terkendali: Masyarakat Tak Perlu Panik

Meskipun dampak materiil cukup besar, Daeng memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian bencana ini. “Hanya terdapat dua warga yang mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis,” tambahnya.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Caringin, Cibadak, Cibitung, Cikakak, Cikembar, Cireunghas, Cisaat, Gunungguruh, Jampangtengah, Kalibunder, Nagrak, Nyalindung, Palabuhanratu, Parungkuda, dan Sukaraja.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana susulan masih sangat tinggi selama musim penghujan. “Potensi bencana lanjutan bisa terjadi kapan saja apabila intensitas hujan kembali tinggi di wilayah Sukabumi,” pungkas Daeng.

50% LikesVS
50% Dislikes