Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga suasana toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati. Imbauan ini disampaikan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang waktunya beririsan dengan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri umat Islam.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa Gubernur Iqbal menegaskan tradisi toleransi yang kuat telah lama hidup di tengah masyarakat NTB. Masyarakat dinilai saling menghargai pelaksanaan ajaran serta ritual agama masing-masing.
“Di NTB kita sudah sangat terbiasa hidup dalam kebersamaan. Toleransi bukan sekedar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, momentum beririsan antara Nyepi dan Idul Fitri ini justru harus menjadi contoh bagaimana masyarakat menjaga harmoni dan saling menghormati,” ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Ahad (15/3/2026), mengutip pernyataan Gubernur Iqbal.
Gubernur Iqbal, melalui Ahsanul Khalik, juga menegaskan tidak ada larangan untuk Pawai Ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi maupun Pawai Takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Kedua kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan seperti biasa, dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama.
Koordinasi Lintas Elemen untuk Kelancaran Acara
Di Kota Mataram, Pemerintah Kota bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan telah beberapa kali mengadakan pertemuan koordinasi. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kedua kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.
- Tata tertib pelaksanaan kegiatan.
- Jumlah peserta, termasuk pembatasan peserta dari luar daerah.
- Pengaturan rute kegiatan.
- Ketepatan waktu pelaksanaan.
- Pengawalan oleh aparat keamanan, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sejak peserta bergerak dari lingkungan masing-masing hingga kegiatan selesai.
Koordinasi serupa juga dilaporkan telah dilakukan di sejumlah daerah lain di NTB. Wilayah tersebut termasuk Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa, serta beberapa kawasan lainnya yang juga melaksanakan kegiatan serupa.
Kedewasaan Beragama Masyarakat NTB
Gubernur Iqbal menilai masyarakat NTB telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama dengan saling memberi ruang bagi pelaksanaan ibadah masing-masing. Umat Islam memberikan ruang kepada umat Hindu untuk melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi, yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian.
Sebaliknya, umat Hindu juga memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan malam takbiran dan Salat Idul Fitri, yang merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri umat Islam.
“Kehidupan masyarakat NTB yang saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama ini merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita jaga,” kata Ahsanul Khalik, mengulang pesan Gubernur.
Gubernur juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa dan kelurahan, serta kepala lingkungan, turut menjaga suasana kondusif. Generasi muda diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kebersamaan demi kelancaran setiap kegiatan keagamaan.
“Kita ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia, masyarakat NTB hidup dalam kebersamaan, saling menghargai, dan saling menjaga satu sama lain. Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan konflik karena perbedaan,” tegas Ahsanul Khalik.
Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Dukungan pengamanan disiapkan oleh Polri dengan dukungan TNI serta pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur dijadwalkan menghadiri pelepasan Pawai Ogoh-ogoh umat Hindu di Kota Mataram. Pemprov NTB berharap momentum beririsan antara Nyepi dan Idul Fitri ini semakin memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan masyarakat NTB, serta menjadi contoh kehidupan beragama yang harmonis bagi daerah lain di Indonesia.
