BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap mengingatkan masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan berpeluang terjadi pada akhir pekan ini, khususnya pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya secara umum diguyur hujan ringan hingga sedang, terutama pada malam hari.
“Suhu udara berkisar antara 25-32 derajat Celcius dengan kelembapan udara 60 sampai 95 persen. Angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5 hingga 30 kilometer per jam,” kata Teguh di Cilacap, Kamis (5/2).
Teguh menambahkan, kondisi dinamika atmosfer pada Kamis (5/2) pukul 07.00 WIB menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 98P yang terpantau di daratan Australia bagian utara. Selain itu, Siklon Tropis Penha juga terdeteksi di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina.
“Keberadaan sistem atmosfer tersebut berpengaruh terhadap pola cuaca di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah bagian selatan, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan,” ujarnya.
Terkait hal tersebut, wilayah Jateng selatan, khususnya Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, dalam sepekan ke depan secara umum diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang terjadi pada sore hingga malam hari. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang besar terjadi pada Sabtu (7/2).
Pada periode tersebut, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen. Angin diperkirakan bertiup dominan dari arah barat dengan kecepatan berkisar 5-45 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan angin kencang.
“Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini yang disampaikan BMKG melalui kanal resmi guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut,” pungkas Teguh.

