Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara. Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga Selasa, 13 Januari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, menjelaskan bahwa peringatan tersebut didasarkan pada pemantauan dinamika atmosfer terkini di wilayah tersebut. “Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, kami memantau berbagai fenomena yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sulawesi Utara,” ujar Dhira di Manado pada Senin, 12 Januari 2026.

Wilayah Terdampak dan Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem

Sembilan wilayah yang masuk dalam daftar kewaspadaan BMKG meliputi Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa Selatan. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga diwaspadai di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta Kabupaten Kepulauan Talaud.

BMKG mengidentifikasi sejumlah faktor atmosfer yang berkontribusi terhadap pembentukan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara. Faktor-faktor tersebut antara lain dominasi angin Muson barat, kondisi La Nina yang lemah, suhu muka laut yang lebih hangat dari normal, serta kontribusi Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

  Jacqueline Loh: "Aidha Bekali PMI Pengetahuan Praktis untuk Kemandirian Finansial Melalui #BersamaBerdaya"

Fenomena lain yang turut terdeteksi adalah adanya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua. Kondisi ini memicu pertemuan dan belokan angin yang berpotensi meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin. Kelembapan udara yang tinggi serta indeks labilitas atmosfer yang signifikan semakin memperkuat potensi tersebut.

“Kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang,” tegas Dhira Utama.

Imbauan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana

Menyikapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan. Koordinasi antarinstansi terkait juga dinilai krusial sebagai langkah mitigasi risiko bencana hidrometeorologi.

Ancaman yang perlu diantisipasi meliputi genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Kewaspadaan ekstra diperlukan terutama di wilayah dengan kondisi topografi curam, berbukit, dan rawan longsor.

BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca bersifat dinamis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado. Informasi lebih rinci dapat diakses melalui situs web resmi cuaca.bmkg.go.id serta kanal informasi BMKG lainnya.

50% LikesVS
50% Dislikes