Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Sumatra Utara pada Jumat, 6 Februari 2026. Peringatan ini terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Kondisi atmosfer yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi menjadi dasar peringatan tersebut. Prakirawan BBMKG Wilayah I, Endah Pramita, di Medan, Kamis (5/2), menjelaskan, “Kondisi tersebut berpotensi terjadi di wilayah pantai barat dan sebagian lereng timur Sumatra Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.”
Pada pagi hari, cuaca di Sumatra Utara umumnya berawan, dengan peluang hujan ringan di wilayah Batubara, Deli Serdang, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, Labuhanbatu Utara, Serdang Bedagai, serta Simalungun dan sekitarnya. Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Sumatra Utara. Sementara itu, pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan melanda Kabupaten Pakpak Bharat. Dini hari, cuaca cenderung berawan dengan kemungkinan hujan ringan di sejumlah daerah.
Suhu udara di Sumatra Utara diprakirakan berada pada kisaran 13 hingga 31 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban antara 65 hingga 99 persen. Arah angin umumnya bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3 sampai 7 kilometer per jam.
BMKG menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah terjadi di berbagai wilayah Sumut, khususnya di kawasan pegunungan, lereng timur, dan pesisir barat. Kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan daerah konvergensi angin di pesisir barat Sumut yang menyebabkan perlambatan dan penumpukan massa udara, sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif.
Selain itu, terdapat pola arus siklonik di Samudera Hindia bagian barat Sumatra yang memicu terbentuknya belokan angin atau shearline di sekitar wilayah pantai barat Sumut. Fenomena ini berkontribusi terhadap peningkatan suplai uap air dan mendukung proses konvergensi massa udara. Anomali suhu muka laut yang relatif hangat serta kondisi atmosfer yang cukup labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Berdasarkan analisis tersebut, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten dan kota, meliputi:
- Dairi
- Deli Serdang
- Humbang Hasundutan
- Karo
- Kota Gunungsitoli
- Padangsidempuan
- Sibolga
- Labuhanbatu
- Labuhanbatu Selatan
- Labuhanbatu Utara
- Langkat
- Medan
- Binjai
- Serdang Bedagai
- Mandailing Natal
- Kepulauan Nias
- Padang Lawas
- Padang Lawas Utara
- Pakpak Bharat
- Tapanuli Selatan
- Tapanuli Tengah
- Tapanuli Utara
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta melakukan langkah-langkah antisipasi guna mengurangi risiko dan memastikan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan aman dan lancar.

