Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat Provinsi Aceh diguncang 1.556 kejadian gempa bumi sepanjang tahun 2025. Dari total tersebut, sebanyak 75 gempa di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengungkapkan bahwa magnitudo terbesar gempa mencapai 6,3, sementara kedalaman terdalam tercatat hingga 222 kilometer. “Sepanjang tahun 2025, bumi Aceh terus bergerak dengan total 1.556 kejadian gempa bumi,” kata Andi Azhar Rusdin di Banda Aceh, Kamis (1/1/2026).

Dominasi Gempa Dangkal dan Peningkatan Aktivitas Seismik

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi dangkal dengan kedalaman di bawah 60 kilometer mendominasi dengan 1.466 kejadian. Sementara itu, gempa berkedalaman menengah, antara 60 hingga 300 kilometer, tercatat sebanyak 90 kejadian. Tidak ada gempa bumi dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer yang terdeteksi selama tahun 2025.

BMKG juga mencatat adanya kenaikan jumlah kejadian gempa bumi di Aceh sekitar 39% dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, terdapat lima kejadian gempa signifikan yang patut menjadi perhatian.

  • Dua gempa bermagnitudo 6,3:
    • Di Sinabang, Kabupaten Simeulue, pada 27 November dengan kedalaman 10 kilometer.
    • Di Sabang pada 29 Juli dengan kedalaman 15 kilometer.
  • Tiga gempa bermagnitudo 5,9:
    • Di Aceh Selatan pada 31 Januari dengan kedalaman 59 kilometer.
    • Di Sinabang pada 8 April dengan kedalaman 30 kilometer.
    • Di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada 11 Mei dengan kedalaman 83 kilometer.
  KLH Audit 182 Perusahaan Tambang dan Sawit di Kalsel, Ungkap Pelanggaran Izin Lingkungan

September Jadi Bulan Teraktif

Secara bulanan, September menjadi bulan dengan jumlah gempa terbanyak, yakni 239 kejadian, di mana enam di antaranya dirasakan masyarakat. Disusul oleh Oktober dengan 218 kejadian (enam dirasakan), November 146 kejadian (enam dirasakan), dan Desember 104 kejadian, namun dengan 17 gempa yang dirasakan.

Andi Azhar Rusdin menegaskan bahwa Aceh merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi, sehingga diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menyiapkan tas siaga bencana, mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul, serta memantau informasi resmi dari BMKG.

“Pemahaman terhadap karakteristik gempa di Aceh diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan,” pungkas Andi.

50% LikesVS
50% Dislikes