BADAN Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, pada Rabu (14/1/2026). Bantuan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran akses strategis menuju kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Bantuan yang disalurkan meliputi 10 ton beras, 250 dus mi instan, dan 50 dus biskuit. Logistik tersebut akan didistribusikan kepada warga terdampak di sembilan kecamatan dan 28 desa yang sebelumnya terendam banjir.
BNPP Pastikan Akses PLBN Entikong Tetap Lancar
Makhruzi, perwakilan BNPP RI, menegaskan pentingnya menjaga konektivitas wilayah. “Kami hadir mewakili Pak Mendagri (Tito Karnavian) selaku Kepala BNPP RI untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Landak. Sekaligus memastikan akses jalan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong tetap lancar untuk mendukung konektivitas dan perekonomian,” ujar Makhruzi dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Landak memiliki peran vital sebagai jalur utama penghubung menuju perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya melalui ruas nasional Pontianak–Ngabang–Sanggau–Entikong. Jalur ini merupakan urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, serta penggerak ekonomi kawasan perbatasan.
Menurut Makhruzi, setiap gangguan infrastruktur akibat bencana, termasuk banjir, berpotensi berdampak langsung terhadap kelancaran akses menuju PLBN Entikong. Oleh karena itu, BNPP RI tidak hanya fokus pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga pada pemastian konektivitas wilayah perbatasan tetap terjaga.
Dampak Banjir dan Upaya Pemulihan
Banjir di Landak disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada rentang 9–13 Januari 2026. Kondisi ini memicu meluapnya Sungai Mempawah, Menyuke, Behe, dan Sungai Landak, yang kemudian merendam permukiman warga.
Saat penyaluran bantuan berlangsung, kondisi banjir dilaporkan telah surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Meskipun demikian, upaya pemulihan dan kewaspadaan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Bantuan ini kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Landak untuk segera didistribusikan kepada saudara-saudara kita yang terdampak langsung. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial,” tambah Makhruzi.
Sementara itu, Wakil Bupati Landak, Erani, menjelaskan bahwa meskipun banjir telah surut, Pemerintah Kabupaten Landak tetap menyiagakan Posko Siaga Bencana selama 11–23 Januari 2026. Posko ini bertugas untuk mengantisipasi potensi bencana susulan melalui pemantauan cuaca dan hidrologi, pemetaan wilayah rawan bencana, koordinasi lintas sektor, serta penyampaian informasi kewaspadaan kepada masyarakat.
Erani menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPP RI. “Pemerintah Kabupaten Landak mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian BNPP RI. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin, baik dalam penanganan bencana maupun pembangunan akses strategis kawasan perbatasan,” ungkap Erani.

