Seorang bocah berusia 7 tahun, Arfan Hamada, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Bendo Mongal, Dusun Tiron, Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada Minggu (15/3/2026) siang. Hingga Selasa (17/3/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap siswa kelas 1 MI Selotopeng tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menjelaskan bahwa insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Arfan, warga Kediri, diketahui bermain di sungai bersama seorang temannya. Saat itu, korban sempat berenang di Sungai Bendo Mongal sebelum diduga tenggelam dan terbawa arus.

Menurut Djoko, teman korban pulang lebih dulu tanpa memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua Arfan karena merasa takut dimarahi. Baru sekitar pukul 17.30 WIB, orang tua dan warga mulai mencari korban di sepanjang sungai, mengingat kebiasaan Arfan yang sering memancing di area tersebut.

Pencarian awal membuahkan petunjuk setelah warga menemukan sepeda korban di area menuju sungai. Sekitar pukul 21.00 WIB, warga kemudian menelusuri teman yang sebelumnya bermain bersama Arfan. Teman tersebut akhirnya mengaku bahwa korban sempat berenang sebelum tenggelam di sungai.

Laporan kejadian diterima oleh BPBD Kabupaten Kediri pada pukul 21.45 WIB. Tim BPBD segera bergerak menuju lokasi dua menit kemudian dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 22.13 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kediri, pemerintah desa, kepolisian dari Polsek Banyakan, unsur tiga pilar, serta warga setempat terus melakukan pencarian dengan menyusuri bantaran sungai.

“Upaya pencarian dilakukan dengan metode susur sungai serta koordinasi dengan perangkat desa dan pihak terkait,” demikian keterangan petugas BPBD di lapangan.

Untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), BPBD Kabupaten Kediri juga meminta bantuan personel dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Trenggalek. “Hari ini operasi SAR dibuka dengan bantuan personel dari Basarnas Trenggalek,” tambah Djoko.