Palu – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu memastikan seluruh pangan olahan atau takjil yang dijajakan pedagang di Pasar Ramadhan 1447 H/2026M aman dari kandungan bahan berbahaya. Hasil ini diperoleh setelah BPOM melakukan uji laboratorium terhadap belasan sampel takjil pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026), di Palu, Sulawesi Tengah.
Kepala Balai POM Palu, Mardianto, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya intensifikasi pengawasan pangan olahan. “Pemeriksaan ini dalam rangka mengawal keamanan pangan yang dilaksanakan menjelang Ramadhan, selama Ramadhan, dan menjelang Idul Fitri,” kata Mardianto di Palu, Kamis.
Dalam kegiatan tersebut, BPOM Palu mengerahkan laboratorium bergerak langsung di lokasi Pasar Ramadhan untuk memudahkan proses pengujian. Sebanyak 17 sampel makanan dan minuman diambil secara acak dari berbagai jenis takjil yang dijual pedagang.
“Kami telah melakukan sampling, dengan mengambil 17 sampel dan kemudian diuji. Alhamdulillah hasil pemeriksaan memenuhi syarat,” ujar Mardianto. Ia menegaskan bahwa keseluruhan sampel takjil tersebut tidak mengandung zat kimia atau bahan berbahaya yang dapat merugikan kesehatan konsumen.
Mardianto menambahkan, BPOM akan terus mengintensifkan pengawasan pangan olahan dari hulu ke hilir. Pengawasan ini mencakup para pengimpor, distributor atau grosir, supermarket, minimarket, toko ritel, hingga pembuat parsel selama periode Ramadhan.
Selain itu, BPOM Palu juga melibatkan lintas sektor dalam pengawasan terpadu keamanan pangan selama hari besar keagamaan. “Kami memastikan pengawasan tidak hanya bersifat insidental, melainkan akan terus dilakukan selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri. Apabila ditemukan pelanggaran, BPOM memberikan pembinaan hingga sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
