Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, telah resmi ditutup pada Sabtu (10/1/2026). Namun, keputusan ini tidak serta-merta mengakhiri penantian sejumlah perwakilan keluarga korban yang memilih untuk tetap bertahan di Labuan Bajo. Mereka masih menanti kabar ditemukannya satu anak laki-laki dari Pelatih tim wanita Valencia, Fernando Martin, yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, mengungkapkan bahwa keyakinan keluarga menjadi pendorong utama mereka untuk tidak meninggalkan Labuan Bajo. “Keluarga masih berharap. Mereka bertahan dengan keyakinan mungkin saja ada nelayan atau kapal wisata yang menemukan anak Fernando,” ujar Budi pada Sabtu (10/1/2026).

Budi, yang selama ini mendampingi keluarga korban, menjelaskan bahwa pihak keluarga memahami prosedur operasi SAR yang memiliki batas waktu dan telah diperpanjang hingga tiga kali. Meski demikian, penghentian pencarian secara resmi tidak mampu memadamkan harapan mereka. “Mereka paham operasi SAR harus ditutup, tetapi secara batin, harapan itu masih hidup,” tambahnya.

  Pelindo Gerak Cepat Salurkan 500 Paket Sembako untuk Ribuan Warga Terdampak Banjir di Cilegon

Suasana duka menyelimuti seremonial penutupan operasi SAR yang berlangsung di Pelabuhan Marina. Perwakilan keluarga yang hadir tampak tertunduk lesu. Salah satu anggota keluarga terlihat menunduk lama saat Bupati Manggarai Barat menyampaikan belasungkawa, sebelum kemudian menandatangani berita acara penutupan operasi SAR yang juga mencantumkan bahwa satu anak keluarga mereka masih hilang. Setelah itu, ia menyalami ratusan personel SAR gabungan satu per satu, diiringi pelukan dan air mata.

Sebagian anggota keluarga Fernando Martin lainnya telah kembali ke Spanyol. Namun, beberapa di antaranya memilih untuk tetap tinggal di Indonesia. Mereka terus memantau setiap kabar dari laut, berharap suatu saat ada nelayan atau warga yang membawa berita tentang anak yang mereka cari.

Kronologi Tenggelamnya KM Putri Sakinah

Insiden tragis tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat malam (26/12/2025), sehari setelah perayaan Natal. Kapal tersebut ditumpangi oleh enam orang, yang merupakan anggota keluarga Fernando Martin.

Dalam musibah itu, istri Fernando dan anak bungsunya berhasil selamat, bersama dengan nakhoda dan anak buah kapal. Sementara itu, Fernando Martin sendiri, putrinya yang berusia 12 tahun, serta seorang anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan meninggal dunia. Hingga operasi SAR ditutup, satu anak laki-laki lainnya yang berusia 9 tahun masih dinyatakan hilang.

50% LikesVS
50% Dislikes