Menjelang bulan suci Ramadan, Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jawa Tengah, melakukan penyaluran minyak goreng rakyat merek Minyakita ke Pasar Kota Banjarnegara. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok penting bagi masyarakat.
Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Banyumas, Muhammad Haekal, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (DKUKMP) serta Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Banjarnegara.
“Total Minyakita yang disalurkan mencapai 9.000 liter dan didistribusikan kepada pengecer di pasar pantauan SP2KP (Sistem Pemantuan Pasar dan Kebutuhan Pokok),” ujar Haekal di Banjarnegara pada Selasa (3/2).
Haekal menambahkan, penyaluran Minyakita hanya diberikan kepada pengecer yang telah memenuhi persyaratan, yakni terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). DKUKMP Banjarnegara selanjutnya akan mendata pengecer yang memenuhi ketentuan untuk penetapan kuota dan jadwal distribusi. Pengecer yang berminat mendapatkan pasokan Minyakita dapat mengajukan permohonan resmi melalui DKUKMP Kabupaten Banjarnegara.
Minyak yang diterima wajib dijual langsung kepada konsumen akhir dan tidak diperbolehkan diperjualbelikan kembali kepada pedagang lain. “Sesuai ketentuan, Minyakita dijual dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter. Konsumen dibatasi membeli maksimal 12 liter per orang per hari,” jelas Haekal, merujuk pada regulasi Kementerian Perdagangan.
Menurut Haekal, distribusi yang tepat sasaran menjadi kunci mengingat di lapangan masih ditemukan harga jual yang melampaui HET. Ia menegaskan bahwa Minyakita termasuk komoditas strategis sehingga pengawasan distribusi dan harga perlu diperketat.
Melalui penyaluran ini, kami bersama pemerintah daerah berharap kebutuhan minyak goreng masyarakat Banjarnegara terpenuhi dan harga tetap stabil menjelang Ramadan,” pungkasnya.
