Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung memastikan harga komoditas pangan, khususnya beras, tetap stabil menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kepastian ini didapat setelah Bulog bersama Tim Satgas Pengendalian Harga Pangan melakukan pemantauan intensif di berbagai titik distribusi, mulai dari pasar tradisional, distributor, hingga ritel modern.

Harga Beras Terkendali di Bawah HET

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan menunjukkan harga beras medium maupun premium masih berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, beberapa jenis beras terpantau dijual di bawah HET.

“Harga beras masih stabil dan tidak ada yang menjual diatas HET yang telah ditetapkan,” ujar Yonas pada Rabu (24/12/2025).

Secara rinci, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual sekitar Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, beras premium berada di kisaran harga Rp14.700 hingga Rp14.900 per kilogram.

Pemantauan Komoditas Strategis Lain dan Stok Aman

Selain beras, tim satgas juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah komoditas pangan strategis lainnya, seperti minyak goreng, telur ayam, dan daging ayam ras. Pemantauan ini tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga melibatkan dialog langsung dengan pedagang dan distributor guna menggali informasi terkait pasokan, distribusi, serta potensi kendala di lapangan.

  Bank Indonesia DIY Catat Penurunan Outflow Uang Kartal Nataru 2025 Sebesar 20,67 Persen Dibanding Periode Lalu

Yonas menjelaskan, pemantauan rutin ini merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.

“Pemantauan bersama Tim Satgas Pengendalian Harga Pangan ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga yang signifikan maupun kelangkaan barang, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.

Sebagai upaya lebih lanjut, Bulog Tulungagung terus menyalurkan beras SPHP ke pasar tradisional, ritel modern, serta jaringan pengecer lainnya. Langkah ini bertujuan menstabilkan harga beras di tingkat konsumen.

“Penyaluran beras SPHP terus kami lakukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau,” jelas Yonas.

Dari sisi ketersediaan stok, Yonas memastikan kondisi pangan di wilayah Tulungagung dalam keadaan aman. Saat ini, Bulog Tulungagung memiliki stok beras sekitar 43.000 ton, dengan ketahanan stok diperkirakan mencapai 12 bulan ke depan.

“Dengan stok yang tersedia saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras, apalagi sampai terjadi panic buying,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes