Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menemukan penyebab utama genangan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, saat melakukan peninjauan langsung. Ia menyoroti tumpukan sampah yang menyumbat saluran drainase sebagai biang keladi banjir.

Dalam blusukannya pada Minggu (11/1), Bupati Talenrang menyisir area rawan banjir, termasuk Poros Perbatasan Sungguminasa-Makassar di Jalan Sultan Hasanuddin. Di lokasi tersebut, ia mendapati saluran drainase dipenuhi timbunan sampah.

Bupati Gowa: “Sampah Bertumpuk, Pusat Sungguminasa Sering Tergenang”

“Kita cek langsung ke dalam, ternyata sampahnya sangat banyak dan bertumpuk. Inilah yang menyebabkan pusat Sungguminasa sering tergenang,” ujar Talenrang dengan tegas. Ia menekankan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk mengurai masalah secara menyeluruh dan menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan banjir.

Talenrang juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kalau kita ingin Gowa aman dari banjir, saluran air harus dijaga bersama,” tegasnya, seraya menyebut kerja sama sebagai kunci utama mencegah terulangnya banjir.

  Polisi Dalami Dugaan Sopir Bus Cahaya Trans Minim Pengalaman, 16 Korban Tewas Kecelakaan Tol Krapyak

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Rusdy Alimuddin, yang mendampingi Bupati, mengungkapkan bahwa ada beberapa titik prioritas penanganan. Titik-titik tersebut meliputi area depan Kantor Satpol PP, depan Kantor Damkar, Batas Kota Sungguminasa-Makassar, dan Manggarupi.

“Semua sudah mendapat instruksi langsung dari Ibu Bupati untuk segera ditangani,” jelas Rusdy. Ia menambahkan, tim Dinas PUPR telah mulai bekerja menangani genangan dan akan menerjunkan tim yang lebih besar pada Senin (12/1) untuk membersihkan serta mengangkut sedimen dari drainase. Penanganan ini juga akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup untuk penyediaan armada pengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Rusdy turut mengingatkan peran masyarakat dalam upaya pencegahan banjir. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan buang sampah sembarangan, itu penyebab utama saluran tersumbat,” pesannya.

Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi

Di sisi lain, Bupati Talenrang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi curah hujan tinggi pada Dasarian II Januari 2026, yakni periode 11 hingga 20 Januari.

  Rangkuman Berita NTB: Pengawasan Keuangan Desa, Tambang Emas Ilegal, dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Beberapa kecamatan di Gowa, seperti Parangloe, Pattallassang, Somba Opu, dan Tinggimoncong, masuk dalam kategori waspada hingga awas terhadap dampak cuaca ekstrem. “Kami minta masyarakat pantau informasi cuaca, hindari daerah rawan longsor dan bantaran sungai saat hujan deras, serta bersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing,” imbau Talenrang.

Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, lurah, dan kepala desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta pemantauan wilayah masing-masing guna mengantisipasi potensi bencana.

50% LikesVS
50% Dislikes