Sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) kembali diterjang banjir dan banjir bandang, atau yang dikenal dengan istilah lokal “galodo”, menyusul curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak Kamis (1/1) hingga Jumat (2/1) dini hari. Bencana hidrometeorologi ini melanda Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, hingga Kota Padang, dengan titik terdampak yang serupa dengan kejadian sebelumnya.
Di Kabupaten Tanah Datar, terjangan air bah dilaporkan melanda kawasan Malalo, tepatnya di tepian Danau Singkarak. Sementara itu, di Kabupaten Solok, banjir merendam Nagari Sandiang Baka (Kecamatan X Koto Singkarak), serta Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan (Kecamatan Junjung Sirih). Kota Padang juga tidak luput, dengan luapan air menggenangi Batu Busuak, kawasan Kuranji, dan Koto Tangah. Kondisi serupa turut dilaporkan terjadi di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Kasmir, salah seorang warga Malalo, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. “Galodo (banjir bandang) kembali terjadi di Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Tanah Datar,” ujarnya di lokasi kejadian pada Jumat (2/1).
Bupati Solok Tinjau Lokasi, Imbau Warga Waspada
Merespons situasi darurat ini, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, segera meninjau lokasi bencana. Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, serta jajaran camat, Bupati meninjau langsung aliran sungai yang melintas di tengah permukiman padat penduduk di Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan. Kenaikan debit air sungai terpantau signifikan sejak Selasa siang akibat intensitas hujan yang tak kunjung reda.
Jon Firman Pandu meminta masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk menerapkan status siaga satu. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca dari BMKG.
“Cuaca hidrometeorologi di Solok masih tinggi berdasarkan informasi BMKG. Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama di wilayah Muaro Pingai, Saniang Bakar, Koto Sani, dan Paninggahan, untuk tetap waspada dan berhati-hati,” tegas Jon Firman Pandu saat peninjauan.
Ia juga memastikan komitmen pemerintah daerah untuk terus memantau dan membantu masyarakat terdampak. “Kami hadir di lapangan bersama BPBD, camat, wali nagari, dan tokoh masyarakat. Pemerintah daerah siap membantu masyarakat, dan kita semua diminta untuk tetap sabar menghadapi kondisi ini,” pungkasnya.
