Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Amar Nurmansyah, mendorong konsep pariwisata kerakyatan sebagai arah baru pembangunan sektor pariwisata di wilayahnya. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara langsung.

“Konsep pariwisata ke depan ini menekankan keterlibatan dan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat,” kata Amar Nurmansyah saat orientasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah di Sumbawa Barat pada Rabu, 14 Januari 2026.

Fokus pada Keterlibatan Masyarakat dan UMKM

Amar menegaskan bahwa meskipun investasi di sektor pariwisata tetap akan diberikan ruang dan kemudahan, manfaatnya harus kembali ke rakyat. Pemerintah daerah telah menyiapkan klaster industri pariwisata yang akan mulai berjalan penuh pada tahun 2027, dengan intervensi anggaran daerah pada tahun 2026.

“Tahun 2026 kita intervensi melalui anggaran daerah. Saya minta perangkat daerah atau OPD menerjemahkan secara teknis apa yang menjadi harapan pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa pariwisata kerakyatan memiliki prinsip sederhana: kemajuan investasi harus sejalan dengan kemajuan masyarakat. Dampak positif dari pengembangan pariwisata diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh warga, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta desa-desa di sekitar kawasan wisata.

  Bupati Sumbawa Barat Umumkan Angka Pengangguran Turun Signifikan Jadi 3,15 Persen pada 2025

“Pariwisata kerakyatan itu konsepnya sederhana, maju investasi nya, maju juga masyarakatnya. Dampaknya harus dirasakan secara langsung oleh warga, UMKM, kelompok sadar wisata, dan desa-desa sekitar kawasan wisata,” ujarnya.

Pengembangan Destinasi di Brang Ene dan Brang Rea

Sebagai langkah awal implementasi, pemerintah daerah akan memulai pengembangan pariwisata kerakyatan di Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Brang Rea. Kawasan ini akan dikembangkan dengan memadukan wisata alam, wisata budaya, dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Pengembangan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata. Bupati Amar juga menjelaskan rencana pergeseran arus wisatawan.

Wisatawan yang selama ini hanya berkunjung ke kawasan investasi seperti pantai-pantai di Sekongkang, Maluk, dan Kertasari untuk berselancar, akan diarahkan untuk juga menikmati destinasi kerakyatan di Brang Ene.

“Selama ini mereka datang surfing, lalu kembali ke hotel. Ke depan, kita bawa mereka ke destinasi rakyat, supaya perputaran ekonomi terjadi di tengah masyarakat,” pungkas Amar Nurmansyah.

50% LikesVS
50% Dislikes