Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, gencar memperkuat inovasi digital dan layanan guna mendongkrak tingkat kunjungan serta minat baca masyarakat. Upaya ini dilakukan di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pustakawan yang masih menjadi tantangan utama.

Kepala Diarpus Kota Mataram, HM Carnoto, mengungkapkan bahwa jumlah pustakawan saat ini jauh dari ideal. “Saat ini, kami hanya punya 13 pustakawan. Padahal idealnya dibutuhkan lebih dari 300 tenaga jika merujuk pada rasio jumlah penduduk dan satuan pendidikan,” kata Carnoto di Mataram, Selasa (17/02/2026).

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, Diarpus Mataram pada tahun 2026 telah menyiapkan konsep program penyegaran dan pelatihan bagi tenaga di dunia pendidikan. Selain itu, pihaknya juga mendorong sekolah-sekolah agar memiliki pustakawan yang kompeten. “Idealnya, satu sekolah satu pustakawan,” tegasnya.

Inovasi lain yang digencarkan adalah optimalisasi perpustakaan keliling (Pusling) setiap hari Sabtu. Pusling ini menyasar tempat-tempat keramaian seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Udayana, mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat. Di sisi lain, program perpustakaan digital juga terus dikembangkan di beberapa titik, salah satunya di Sangkareang, di mana masyarakat dapat menikmati layanan taman baca digital melalui sistem pemindaian kode batang (barcode).

  BRI Finance Perkuat Komitmen Ekonomi NTB, Resmikan Kantor Cabang Baru di Mataram

Dengan radius hingga 300 meter, pengunjung dapat mengakses dan membaca buku langsung melalui ponsel masing-masing. Carnoto menekankan pentingnya adaptasi teknologi. “Kita harus beradaptasi dengan teknologi. Dengan barcode, akses bacaan jadi lebih mudah dan luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui berbagai upaya ini, Diarpus Mataram berharap dapat terus meningkatkan minat baca masyarakat dan tingkat kunjungan perpustakaan, bahkan melebihi capaian tahun 2025. Pada tahun tersebut, minat baca dan kunjungan perpustakaan tercatat melampaui target sebesar 100 persen, dengan angka sekitar 31.700 kunjungan dari target 20.000 dalam setahun. “Capaian ini juga mendukung keberhasilan perpustakaan dalam meraih akreditasi A,” tambah Carnoto.

Pengunjung perpustakaan didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, dengan kategori buku yang paling diminati meliputi buku pendidikan, fiksi, hingga novel.

50% LikesVS
50% Dislikes