Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menyatakan kesiapannya menghadapi seri terakhir Formula 1 (F1) musim 2025 di Grand Prix Abu Dhabi tanpa beban. Sang juara bertahan menegaskan bahwa ia tidak memegang kendali penuh atas duel perebutan gelar juara dunia kali ini, sehingga memilih untuk menikmati balapan.

Situasi Verstappen telah berubah drastis sejak akhir Agustus lalu. Kala itu, setelah GP Belanda, ia masih bersikap realistis terkait peluangnya meraih gelar juara dunia, dengan tertinggal 104 poin dari pebalap McLaren, Oscar Piastri, yang memimpin klasemen.

Namun, menjelang balapan penentuan di bulan Desember, peta persaingan telah bergeser. Lando Norris, rekan setim Piastri di McLaren, kini memimpin klasemen dengan 408 poin. Verstappen berada di posisi kedua dengan 392 poin, hanya terpaut empat angka dari Piastri yang menempati urutan ketiga dengan 388 poin.

Perubahan signifikan ini tak lepas dari membaiknya performa mobil Red Bull pada paruh kedua musim. Verstappen berhasil mencatatkan sembilan podium beruntun, termasuk lima kemenangan, dua kali runner-up, dan dua kali finis ketiga. Selain itu, serangkaian kesalahan yang dilakukan tim McLaren dalam beberapa balapan turut membantu Verstappen merapatkan jarak.

  Alonso Ingatkan Norris: "F1 Tak Dapat Diprediksi, Pimpinan Klasemen Bukan Jaminan Juara"

Kondisi ini membuka peluang besar bagi Verstappen untuk melakukan comeback bersejarah dan meraih gelar juara dunia. Jika berhasil, ia juga berkesempatan menyamai rekor Michael Schumacher yang memenangi gelar juara dunia lima kali beruntun.

Meski demikian, Verstappen memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Ia menyerahkan beban perebutan gelar kepada duo pebalap McLaren. Baginya, bisa tetap berada dalam persaingan hingga akhir musim sudah merupakan pencapaian luar biasa, mengingat kesulitan yang ia alami di awal musim.

Dalam jumpa pers jelang balapan pada Kamis (4/12), Verstappen mengungkapkan perasaannya. “Orang tuaku tak hadir. Ayah (Jos Verstappen, juga eks pebalap F1) sedang membalap reli di Afrika. Dan ibu… kurasa memang tak direncanakan (hadir) sejak awal,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Aku juga tak benar-benar mengira masih terlibat dalam perebutan gelar hingga akhir. Jadi, yah, di sinilah kita. Kupikir setelah Zandvoort (Belanda), aku bisa bilang semuanya sudah dibatalkan. Ibuku di rumah bersama anjing-anjingnya. Toh bisa ditonton di TV.”

“Meraih kemenangan-kemenangan ini lagi sungguh fantastis. Jadi, aku menerimanya begitu saja – semuanya di sini hanyalah bonus, duduk di sini berjuang untuk gelar,” tambah Verstappen, menunjukkan sikap santainya.

  Dinas Kesehatan NTB Tegaskan Provinsi Masih Nihil Kasus "Super Flu" di Tengah Kekhawatiran Nasional

“Jadi, itulah yang membuat segalanya sangat mudah bagiku. Kami hanya akan berusaha menjalani akhir pekan yang baik. Meskipun begitu, semuanya di luar kendaliku, jadi kami hanya, seperti yang sudah aku katakan, mencoba menikmatinya,” jelas pebalap asal Belanda itu.

50% LikesVS
50% Dislikes