Pengungsi terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kini memiliki harapan baru untuk memulai pemulihan. Sebanyak 600 unit rumah hunian sementara (Huntara) secara resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis, 8 Januari 2026, menandai kesiapan kawasan hunian tersebut untuk dimanfaatkan.
Kolaborasi antara beberapa BUMN Karya, termasuk PT Hutama Karya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana, dan Danantara Indonesia, menjadi tulang punggung dalam fase pemulihan ini. Penyerahan dilakukan oleh Danantara Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui mekanisme pengelolaan pemerintah daerah.
Komitmen Pemulihan dan Dukungan Lintas Sektor
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa penyerahan huntara ini merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia untuk menyediakan hunian sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak. “Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” jelas Rohan Hafas pada Kamis (8/1).
Sinergi lintas BUMN dan pemerintah daerah ini mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya. “Kita bangga melihat kolaborasi yang terjadi. Ini contoh luar biasa yang menginspirasi wilayah lain,” ungkap Bima Arya.
Di tingkat lokal, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan rasa terima kasih atas kecepatan pembangunan. “Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Terimakasih banyak kepada Danantara dan seluruh BUMN yang telah membangun ini. Masyarakat sudah menanyakan hunian layak. Kami akan distribusikan bertahap mulai 100 unit agar adaptasi berjalan mulus,” terang Armia Pahmi.
Pembangunan Cepat dengan Standar Kelayakan
Pembangunan huntara ini menunjukkan kecepatan kerja lapangan yang luar biasa, dimulai pada 24 Desember 2025 dan diserahterimakan hanya dalam waktu sekitar dua pekan, yakni pada 8 Januari 2026. Hunian ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan darurat yang aman, dengan struktur kokoh serta utilitas dasar yang berfungsi optimal.
- Akses Air Bersih: Disediakan untuk kebutuhan sehari-hari warga.
- Sanitasi Memadai: Dirancang untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
- Dukungan Listrik: Dipersiapkan agar aktivitas warga dapat berjalan lebih tertib.
- Layanan Kesehatan: Disiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga pemulihan serentak dengan pemenuhan kebutuhan dasar.
Selain unit hunian, kawasan Rumah Hunian Danantara juga dilengkapi fasilitas pendukung yang esensial bagi kebutuhan sosial keluarga di masa transisi. Fasilitas tersebut mencakup klinik, taman bermain, akses internet, serta dukungan listrik tanpa biaya, memastikan warga tidak hanya memiliki tempat berteduh, tetapi juga ruang untuk kembali membangun ritme kehidupan.
Mekanisme Pengelolaan dan Perluasan Program
Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan mengelola mekanisme penetapan penerima manfaat, distribusi, serta proses relokasi atau penempatan. Skema ini penting untuk memastikan pemanfaatan berjalan tepat sasaran dan tertib, mengingat pemulihan pascabencana tidak hanya soal percepatan, tetapi juga ketepatan dan keadilan dalam penyaluran.
Direktur Operasional II Hutama Karya, Gunadi, menekankan pentingnya menjaga mutu dan fungsi pekerjaan konstruksi dalam penanganan pascabencana. “Hunian ini harus benar-benar siap dihuni untuk menunjang rutinitas keluarga. Kami berharap, kolaborasi banyak pihak di Rumah Hunian Danantara ini dapat menjadi penyemangat dan menyenangkan semua warga terdampak. Kami menyediakan fasilitas air bersih, fasilitas umum, taman bermain, dan klinik kesehatan yang dapat diakses,” jelas Gunadi.
Gunadi menambahkan bahwa Huntara berfungsi sebagai ruang transisi yang membantu keluarga kembali beraktivitas, dari mengurus kebutuhan harian hingga memastikan anak-anak memiliki lingkungan yang aman. Selain di Aceh Tamiang, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di sejumlah kabupaten lain di wilayah Aceh, berkolaborasi dengan BUMN Karya lainnya. Saat ini, Hutama Karya telah memulai pengerjaan di Aceh Timur, tepatnya di Kecamatan Simpang Ulim (luasan 960 m²) dan Kecamatan Julok (luasan 495 m²), dengan perkiraan sekitar 45 unit hunian. Pembangunan di lokasi ini juga akan dilengkapi fasilitas umum seperti toilet dan dapur umum yang disesuaikan dengan jumlah penghuni. Perluasan ini diharapkan dapat membuka akses hunian layak bagi lebih banyak keluarga terdampak, membantu mereka memulai hidup dari awal.
