Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, secara agresif mendorong sistem pemasaran digital. Langkah ini diambil untuk membantu mendongkrak omzet pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang bernaung di Galeri Dekranasda Mataram, menyusul penurunan penjualan yang tercatat pada tahun 2025.
Ketua Dekranasda Kota Mataram, Hj Kinnastri Mohan Roliskana, menyatakan bahwa pemasaran digital menawarkan jangkauan audiens yang lebih luas, bahkan hingga skala global. “Selain promosi langsung, pemasaran digital menjadi target program kami tahun 2026, yang harus digencarkan,” ujar Kinnastri usai grand opening Galeri Dekranasda Kota Mataram pada Kamis, 18 Desember 2025.
Penurunan Omzet dan Tantangan Inovasi
Kinnastri membeberkan data penjualan yang menunjukkan penurunan omzet. Selama soft opening tahun 2024, 16 UKM produk kriya dan 30 UKM produk makanan yang tergabung di Galeri Dekranasda mencatat omzet lebih dari Rp215,8 juta. Namun, pada tahun 2025, omzet turun menjadi lebih dari Rp151,4 juta.
Penurunan serupa juga terjadi pada laba. Laba tahun 2024 tercatat lebih dari Rp31,4 juta, sedangkan tahun 2025 turun menjadi lebih dari Rp17 juta. “Terjadi penurunan di tahun 2025, kondisi itu dipicu banyak faktor sehingga itu menjadi tantangan kami untuk terus berinovasi membantu peningkatan penjualan UKM,” jelasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Dekranasda Mataram menyiapkan strategi baru, salah satunya melalui pemasaran digital yang dinilai lebih efisien dibandingkan metode tradisional. Pemasaran digital memungkinkan penargetan yang lebih tepat sasaran, interaksi langsung dengan pelanggan untuk membangun loyalitas, serta fleksibilitas strategi yang mudah disesuaikan.
“Dengan memanfaatkan sistem digital, usaha dapat lebih efektif dalam menarik pelanggan dan lebih efisien,” kata Kinnastri.
Kerja Sama dengan Hotel dan Jaminan Harga
Selain itu, Dekranasda juga mengadopsi sistem pemasaran yang diterapkan oleh NTB Mall, yakni dengan menjalin kerja sama dengan pihak hotel di sekitar Galeri Dekranasda Kota Mataram. Tujuannya adalah mengarahkan tamu atau wisatawan untuk berbelanja oleh-oleh khas Kota Mataram dan NTB, baik produk kriya maupun makanan, di galeri tersebut.
Kinnastri menjamin harga produk di Galeri Dekranasda lebih kompetitif. “Kami jamin harga di Galeri Dekranasda lebih murah karena langsung dari perajin. Bisa dibandingkan dengan tempat lain,” tegasnya.
Melalui kombinasi pemasaran digital dan kerja sama dengan berbagai pihak, Dekranasda berharap omzet pelaku UKM di Galeri Dekranasda Mataram dapat kembali meningkat. “Meskipun tahun 2026 menjadi tahun efisiensi, tapi kami berharap upaya pemasaran digital bisa memberikan hasil maksimal,” pungkas Kinnastri.









