Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menargetkan setiap kecamatan di wilayahnya memiliki satu kampung Batik Mataram. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ketua Dekranasda Kota Mataram, Hj Kinnastri Mohan Roliskana, mengungkapkan bahwa target ambisius ini diharapkan terealisasi pada tahun 2026. “Tahun 2026, kami akan bentuk enam kampung batik yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram,” ujar Kinnastri di Mataram, Minggu (21/12).
Menurut Kinnastri, pembentukan kampung batik ini adalah bagian dari transformasi Dekranasda Kota Mataram sebagai motor penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tujuannya agar UMKM lokal mampu bersaing, bahkan hingga menembus pasar internasional seperti Melbourne, Australia.
Batik Mataram, yang telah dirintis sejak tahun 2024, telah berhasil go international melalui kerja sama dengan desainer terkenal. Beberapa bulan lalu, Batik Mataram bahkan tampil di Melbourne, Australia, dengan biaya promosi yang minim dari Dekranasda, hanya bermodalkan kain batik.
“Berkat kegiatan itu, Batik Mataram dilirik sehingga banyak yang masuk pesan dari para desainer-desainer. Kalau hanya batik, kami siap,” kata Kinnastri, menyoroti dampak positif dari promosi tersebut.
Untuk mengoptimalkan kualitas dan produksi, Dekranasda menargetkan enam kampung batik segera terbentuk. Saat ini, dua kecamatan, yakni Mataram dan Selaparang, sudah aktif memproduksi Batik Mataram dan telah menerima bantuan alat membatik.
Dekranasda berharap setiap kecamatan minimal memiliki 10 hingga 20 pembatik aktif yang berproduksi secara berkelompok. Hal ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan perajin.
Guna meningkatkan kreativitas dan inovasi, Dekranasda berencana mengundang instruktur batik dari Jawa Tengah pada tahun depan. “Tahun depan, kami bahkan akan mengundang instruktur batik dari Jawa Tengah untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan memperkaya motif Batik Mataram,” jelas Kinnastri.
Saat ini, motif utama Batik Mataram masih mengambil inspirasi dari Gapura Sangkareang, yang menjadi ciri khas dan kearifan lokal. Motif ini dikolaborasikan dengan berbagai produk unggulan UMKM Kota Mataram, seperti kerang mutiara.
“Dengan demikian, Mataram akan memiliki batik dengan ciri khas tersendiri seperti kabupaten/kota lain di daerah ini,” pungkas Kinnastri, optimis Mataram akan memiliki identitas batik yang kuat.









