Keresahan akan keselamatan anak-anak mereka yang setiap hari menempuh jalan rusak menuju tempat mengaji, mendorong para ibu wali santri di Lombok Timur untuk bertindak nyata. Dengan semangat gotong royong, mereka berinisiatif memperbaiki akses jalan yang telah lama berlubang dan licin.
Inisiatif mulia ini datang dari ibu-ibu wali santri TPQ Hidayatul Mukhlasin di Desa Selagik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Jalan utama menuju TPQ tersebut selama ini menjadi momok bagi warga, khususnya anak-anak, karena kondisinya yang rusak parah. Lubang-lubang menganga dan permukaan jalan yang licin, terutama saat hujan, seringkali menyebabkan anak-anak terpeleset dan membahayakan perjalanan mereka.
Swadaya Dana dan Gotong Royong Warga
Melihat kondisi tersebut, para orang tua, khususnya para ibu, merasa resah. Mereka kemudian bersepakat untuk mengumpulkan iuran secara swadaya guna membeli material yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan. Proses pengerjaan pun dilakukan secara gotong royong, menunjukkan kuatnya solidaritas antarwarga.
Linda, salah seorang ibu wali santri, mengungkapkan alasan di balik inisiatif ini. “Kami resah melihat kondisi jalan ini. Anak-anak sering terpeleset. Perbaikan ini kami lakukan demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujarnya pada Minggu (21/12/2025).
Aksi sosial ini tidak hanya berhasil memperbaiki infrastruktur jalan, tetapi juga menuai respons positif dari masyarakat luas. Semangat kebersamaan dan kepedulian antarwarga dalam menjaga fasilitas lingkungan semakin diperkuat melalui kegiatan ini.
Para ibu berharap, perbaikan jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang. Tidak hanya bagi para santri TPQ Hidayatul Mukhlasin agar dapat berangkat dan pulang mengaji dengan aman, tetapi juga bagi seluruh warga Desa Selagik yang setiap hari melintasi jalan tersebut dalam aktivitas sehari-hari mereka.
