Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengumumkan keberhasilan menuntaskan seluruh proyek fisik yang dikerjakan sepanjang tahun 2025. Seluruh pekerjaan dilaporkan selesai tepat waktu dan tanpa catatan.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh. “Dari hasil evaluasi pekerjaan 2025, Alhamdulillah, semua proyek fisik selesai tepat waktu tanpa catatan,” ujar Lale di Mataram, Jumat (9/1).

Mega Proyek dan Peningkatan Infrastruktur

Lale merinci beberapa proyek fisik utama yang berhasil diselesaikan. Salah satunya adalah mega proyek tahap pertama pembangunan Kantor Wali Kota Mataram, yang dikenal sebagai “Bale Mentaram”. Berlokasi di Jalan Gajah Mada Lingkar Selatan, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp58 miliar.

Selain itu, Dinas PUPR juga menuntaskan enam proyek peningkatan jalan yang didanai dari APBD Kota Mataram, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp7 miliar lebih. Proyek-proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah kota.

Penanganan Dampak Banjir dan Strategi Pelaksanaan

PUPR Kota Mataram juga berhasil menyelesaikan perbaikan tiga jembatan yang mengalami kerusakan parah akibat banjir pada 6 Juli 2026. Total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan ini mencapai Rp5,7 miliar.

  Kemenhub Catat 10 Juta Penumpang Nataru, Persib Puncaki Klasemen, dan Kesiapsiagaan Bencana NTB Disorot

Rincian perbaikan meliputi Jembatan Perumahan Mahkota Bertais dengan nilai proyek Rp2,7 miliar, Jembatan Pandan Salas sebesar Rp300 juta, Jembatan Karang Kemong senilai Rp2,3 miliar, serta pengerjaan hotmix Jalan Beo senilai Rp400 juta. “Selama proyek dilaksanakan, kami tidak ada catatan karena sejak awal PUPR sudah melakukan persiapan,” tegas Lale.

Penanganan kerusakan akibat banjir juga mencakup perbaikan sejumlah sarana lain seperti talud dan beronjong. Talud di Perumahan Riverside, misalnya, telah dikerjakan dengan bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS), termasuk di area Karang Kemong. “PR (pekerjaan rumah) kami masih banyak, tapi yang kerusakan akibat banjir kemarin di luar Karang Kemong sudah kami tuntaskan,” tambahnya.

Lale menjelaskan bahwa keberhasilan penyelesaian proyek tepat waktu ini adalah bukti perencanaan yang matang dan antisipasi dini terhadap berbagai potensi kendala. “Strategi tersebut memudahkan pelaksanaan pekerjaan. Penanganan kerusakan akibat banjir kami percepat sesuai instruksi dengan pengalihan anggaran yang semula untuk Jembatan Gontoran menjadi perbaikan dua jembatan yang rusak karena banjir,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes