Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran super flu. Langkah ini diambil meskipun hingga Rabu, 14 Januari 2026, belum ditemukan adanya kasus terkonfirmasi di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan kasus yang mengarah pada super flu dari seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah.

Guna mencegah penularan, warga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini meliputi menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker saat mengalami gejala flu, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika merasakan keluhan.

Surveilans Aktif di Seluruh Puskesmas

“Diharapkan ada kewaspadaan dan deteksi dini yang merupakan kunci agar penularan penyakit bisa dicegah,” ujar dr. Intan kepada wartawan pada Selasa (13/1).

Ia menjelaskan, data dari puskesmas sejauh ini masih menunjukkan temuan dalam kategori influenza musiman dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang memang kerap muncul saat musim hujan. Di Temanggung, terdapat 26 puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan, dan semuanya terus melakukan surveilans aktif.

  Polrestabes Makassar Amankan Ribuan Botol Miras dari Toko Berizin Sub Distributor Jelang Ramadan

Pemantauan intensif dilakukan di berbagai pintu layanan kesehatan untuk mendeteksi potensi penyebaran super flu.

“Penting dilakulan surveilans mulai dari layanan rawat jalan, unit gawat darurat, hingga pelacakan gejala berbasis komunitas. Petugas terus bekerja, tapi sampai sekarang memang belum ada temuan yang mengarah ke super flu,” tambahnya.

Meskipun kasus di Temanggung masih nihil, dr. Intan mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh lengah. Pasalnya, super flu diketahui telah masuk ke Indonesia dan berpotensi menyebar, terutama pada kondisi cuaca yang mendukung penularan penyakit.

50% LikesVS
50% Dislikes