Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan belum menerima laporan terkait adanya sekolah yang terdampak banjir hingga puncak musim hujan tahun ini, Sabtu (17/1/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf, mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi tersebut. “Alhamdulillah, sejauh ini laporan sekolah banjir akibat hujan belum kami terima,” kata Yusuf di Mataram.
Menurut Yusuf, biasanya dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi terus-menerus, Disdik sering menerima laporan sekolah tergenang bahkan hingga banjir. Kondisi membaik ini diyakini karena berbagai upaya penataan sekolah yang terdampak banjir telah dilakukan.
Upaya Pencegahan dan Penataan Infrastruktur
Setiap kali ada sekolah yang terdampak banjir, Disdik Mataram melakukan asesmen untuk penataan dan perbaikan infrastruktur. Pihaknya merasa optimis bahwa perbaikan yang dilakukan sebelumnya cukup efektif untuk menjaga keamanan sekolah dari genangan air.
Beberapa sekolah yang sebelumnya menjadi langganan banjir, seperti SDN 45 Ampenan dan sekolah di kawasan Karang Buaya, kini sudah mulai membaik dan tidak ada laporan lagi. “Alhamdulillah, sudah tidak ada sekolah yang terlalu terdampak. Kami harapkan mudah-mudahan tidak ada laporan masuk,” ujar Yusuf.
Sebagai langkah antisipasi berkelanjutan, Disdik Mataram tetap mengimbau sekolah-sekolah yang berada di area rawan banjir, terutama yang berlokasi di dekat bantaran sungai, untuk aktif melakukan gotong royong. Dinas Pendidikan menekankan pentingnya budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
“Tidak boleh ada got-got yang tersumbat, terutama sekolah yang dekat bantaran sungai harus tetap dalam keadaan bersih,” tegas Yusuf.
Selain itu, beberapa upaya fisik juga telah dilakukan sekolah untuk meminimalkan dampak luapan air hujan, antara lain:
- Pembuatan Sumur Resapan: Sekolah-sekolah yang rawan banjir kini dilengkapi dengan sistem peresapan air yang lebih baik.
- Peninggian Halaman Sekolah: Di SDN 45 Ampenan dan Karang Buaya, halaman sekolah telah ditinggikan untuk mencegah air masuk ke area aktivitas siswa. Yusuf menjelaskan, “Salah satu penyebab sekolah-sekolah itu menjadi langganan banjir, karena halaman sekolah lebih rendah dari jalan.”
- Pembangunan Gedung Baru: Pembangunan gedung baru disesuaikan posisinya menjadi lebih tinggi, mengikuti level halaman dan jalan baru.
Dengan berbagai upaya ini, Disdik Mataram berharap sekolah-sekolah di wilayahnya dapat terus terhindar dari dampak banjir, memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar.

