Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) kembali mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat serta mengendalikan laju inflasi daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

Kepala DKP3 Lombok Utara, Tresnahadi, menjelaskan bahwa GPM merupakan program strategis pemerintah daerah yang terlaksana dalam tiga tahap sepanjang tahun. Tahap pertama digelar menjelang Hari Raya Idulfitri, tahap kedua menjelang Iduladha, dan tahap ketiga menjelang Natal dan Tahun Baru.

“GPM ini kami laksanakan dalam tiga tahap. Untuk tahap ketiga menjelang Natal dan Tahun Baru, pelaksanaannya dimulai dari Kecamatan Tanjung pada 7 Desember lalu di arena car free day,” ujar Tresnahadi pada Jumat (19/12/2025).

Setelah di Kecamatan Tanjung, GPM berlanjut di Kantor Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, dan Lapangan Umum Desa Rempek, Kecamatan Gangga. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar di Pasar Santong, Kecamatan Kayangan, dan ditutup di halaman Kantor Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan.

  Polres Lombok Utara Sita Sabu, Kokain, dan Jamur Mushroom dari 21 Tersangka Operasi Antik Rinjani 2025

Tresnahadi menegaskan, tujuan utama pelaksanaan GPM adalah memberikan akses bahan pangan dengan harga lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat. Harga yang ditawarkan dalam GPM lebih rendah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi dari pemerintah.

“Contohnya harga telur. Di pasar bisa mencapai Rp 53 ribu per tray, sementara di GPM kami jual Rp 50 ribu per tray. Ada selisih harga yang kami subsidi agar masyarakat bisa membeli dengan harga lebih murah,” jelasnya.

Selain membantu masyarakat, GPM juga bertujuan mengendalikan laju inflasi daerah, terutama di akhir tahun ketika sejumlah komoditas pangan cenderung mengalami kenaikan harga.

“Tujuan kedua adalah pengendalian inflasi. Kita tahu menjelang akhir tahun ini beberapa harga bahan pokok mengalami kenaikan, sehingga GPM ini menjadi salah satu upaya untuk menekannya,” kata Tresnahadi.

Tujuan ketiga dari GPM, lanjut Tresnahadi, adalah menjaga stabilitas pasokan bahan pokok agar ketersediaannya di pasar tetap terjamin. Hingga saat ini, ia memastikan stok bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng di Lombok Utara masih dalam kondisi aman.

  Sopir Lokal Lombok Utara Resah, Tolak Taksi Argometer Beroperasi di Pelabuhan Bangsal

Dalam pelaksanaannya, DKP3 Lombok Utara juga menggandeng petani lokal serta berbagai pihak lainnya sebagai penyedia bahan pangan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mendukung petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Tresnahadi berharap program GPM dapat terus terlaksana pada tahun-tahun mendatang. Meski mengakui adanya pemotongan anggaran dan GPM belum memiliki alokasi anggaran untuk tahun depan, pihaknya telah menyampaikan usulan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami berharap tahun depan GPM tetap bisa dilaksanakan. Kami sudah sampaikan ke TAPD, meskipun ada pemotongan anggaran, kami minta agar kegiatan ini tetap mendapat perhatian karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.

50% LikesVS
50% Dislikes