Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri mencatat peningkatan volume sampah hingga 20 persen di ruang publik dan area pemukiman sekitar kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kenaikan signifikan ini terjadi seiring dengan membludaknya jumlah pengunjung di destinasi wisata tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menjelaskan bahwa peningkatan sampah didominasi oleh jenis organik, diikuti oleh sampah plastik. “Peningkatan kurang lebih 20 persen. Didominasi sampah organik dan disusul sampah plastik,” ujar Putut pada Selasa (30/12/2025).
Secara spesifik, volume sampah plastik yang tercatat mencapai 32,67 ton. Putut menambahkan, lonjakan sampah ini merupakan dampak langsung dari ramainya kawasan SLG oleh wisatawan. “Terpantau taman-teman dan kawasan SLG banyak pengunjung,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah ini, DLH Kabupaten Kediri telah mengambil sejumlah langkah. Pihaknya menyiagakan petugas kebersihan di sekitar kawasan SLG dan secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut berfokus pada Peraturan Bupati (Perbup) terkait sampah plastik serta imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Iya (melakukan sosialisasi) melalui pasang banner di beberapa titik strategis,” pungkas Putut, menegaskan upaya edukasi yang dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan selama musim liburan.









