Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit (RS) Prof Ngoerah Denpasar, Bali, dalam Program Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker. Kolaborasi ini merupakan upaya konkret untuk memperkuat kualitas layanan dan memperluas akses pengobatan kanker bagi masyarakat di wilayah Dompu.
Kesepakatan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara manajemen dan Tim Dokter Pengampuan RS Prof Ngoerah Denpasar yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama, dr. Pande Ketut Kurniari. Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Dompu Syirajudin di ruang kerjanya pada Kamis.
Turut hadir dalam pertemuan penting itu Penjabat Sekretaris Daerah H. Khairul Insyan, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Omiyati Fatimah, serta Direktur BLUD RSUD Dompu dr. Fitratul Ramadhan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap program tersebut.
Wakil Bupati Dompu, Syirajudin, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan penanganan penyakit kanker di daerah, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas layanan kesehatan.
“Program jejaring ini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Dompu, terutama bagi pasien kanker yang sebelumnya harus berobat jauh ke luar daerah,” ujar Syirajudin.
Syirajudin menambahkan, pelaksanaan teknis program akan dimaksimalkan oleh Dinas Kesehatan bersama RSUD Dompu. Sinergi ini akan mencakup penguatan SDM kesehatan, peningkatan fasilitas layanan, serta dukungan pengelolaan obat dan darah demi optimalisasi pelayanan kanker.
Ia juga menekankan komprehensivitas tim pengampuan. “Tim pengampuan yang melibatkan berbagai bidang keahlian seperti pelayanan medik, pendidikan dan pelatihan SDM, farmasi, hingga teknologi radiasi dinilai komprehensif dalam mendukung peningkatan layanan penyakit katastropik, termasuk kanker, urologi, dan stroke,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama RS Prof Ngoerah Denpasar, dr. Pande Ketut Kurniari, menjelaskan bahwa program jejaring pengampuan akan berfokus pada beberapa aspek kunci. Ini meliputi pelatihan tenaga kesehatan daerah dalam diagnosis dini dan penanganan kanker, peningkatan fasilitas penunjang layanan, penyediaan obat esensial, serta penguatan sistem pendataan kasus kanker untuk kebutuhan pemantauan dan evaluasi.
Selain itu, RS Prof Ngoerah juga akan membangun kerja sama layanan dengan puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Dompu. Langkah ini bertujuan memperkuat deteksi dini dan sistem rujukan berjenjang, sehingga layanan kanker dapat diberikan lebih cepat dan tepat kepada masyarakat.
Dr. Kurniari menambahkan, kunjungan tersebut merupakan langkah awal dari rangkaian pendampingan berkelanjutan. Pendampingan ini akan dilakukan guna memastikan peningkatan kapasitas layanan kesehatan di daerah pengampuan berjalan lebih cepat dan optimal.

