Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan komitmennya untuk membantu percepatan izin operasional bagi perusahaan tambang tembaga yang beroperasi di Kabupaten Dompu. Langkah ini diambil guna menjaga iklim investasi dan mendorong realisasi investasi di wilayah tersebut.
Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma menegaskan bahwa pihaknya berupaya penuh dalam mendukung kelanjutan investasi. “Kami dukung percepatan dan mudah-mudahan bisa langsung pada izin operasional,” ujar Irnadi di Mataram pada Senin, 29 Desember 2025.
DPMPTSP NTB telah melakukan berbagai upaya, termasuk menggelar pertemuan lanjutan, untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan tambang emas dan tembaga di Kabupaten Dompu. Irnadi menjelaskan bahwa DPMPTSP tidak hanya berperan sebagai lembaga administrasi perizinan, tetapi juga memastikan investor merasa nyaman dan mendapatkan kepastian dalam menanamkan modal di NTB.
Pemerintah daerah, lanjut Irnadi, selalu berupaya hadir untuk mencarikan solusi bila terdapat hambatan dalam pengembangan investasi. Hal ini bertujuan agar rencana investasi berjalan sesuai target dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. “Kalau ada kendala-kendala dalam upaya mereka mengembangkan investasi, itu yang kami coba bantu,” tambahnya.
Profil dan Potensi Proyek PT Sumbawa Timur Mining
PT Sumbawa Timur Mining (STM) merupakan perusahaan patungan antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang memiliki 20 persen saham, dan Eastern Star Resources Pty Ltd dengan 80 persen saham. Perusahaan ini mengelola proyek eksplorasi tembaga yang beroperasi di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Estimasi sumber mineral di wilayah kontrak karya tersebut mencapai 2,1 miliar ton deposit mineral. Setiap ton bijih diperkirakan mengandung 0,86 persen tembaga dan 0,48 gram emas. Deposit Onto, nama lokasi penemuan, terletak pada kedalaman 500 meter di bawah tanah dan berdekatan dengan sistem panas bumi bersuhu 80 hingga 110 derajat Celsius.
Principal Communications STM, Cindy Elza, menjelaskan bahwa fase eksplorasi untuk proyek tambang bawah tanah seperti ini bisa berlangsung 20 hingga 25 tahun dalam kondisi normal. Hal ini menunjukkan kompleksitas dan skala besar dari proyek yang digarap oleh STM.
