Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri terus berupaya meningkatkan cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh penduduk, sebagai bagian dari program nasional. Namun, Kepala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menyoroti tantangan utama yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
“Ya, yang jadi masalah adalah, kepedulian masyarakat untuk mengikuti program itu. Sehingga itu yang kenapa capaian kita nggak terlalu tinggi,” kata dr. Khotib saat ditemui usai agenda pelantikan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang Tegowangi Gedung BKAD Kabupaten Kediri, Jumat (9/1/2026).
Menurut Khotib, rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kekhawatiran akan hasil pemeriksaan. “Masih ada anggapan takut kalau diperiksa nanti ketahuan penyakitnya. Ini yang terus kita edukasi agar masyarakat paham bahwa deteksi dini justru sangat penting,” tambahnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dinkes Kabupaten Kediri telah melakukan berbagai upaya inovasi. Strategi yang diterapkan meliputi penggabungan CKG dengan kegiatan penyaluran bantuan sosial, pembekalan di sekolah, kegiatan pondok pesantren, hingga agenda di institusi pemerintahan.
“Kalau ke segala masyarakat sendiri terus terang kita sudah ke arah, ya karena sudah menganggap sebagai pemeriksaan yang biasa, sehingga animo masyarakat untuk ngikut nggih (tidak antusias),” imbuhnya, menjelaskan mengapa pendekatan langsung ke masyarakat umum kurang efektif.
Berbeda dengan masyarakat umum, capaian CKG pada kelompok pelajar di Kabupaten Kediri tergolong tinggi, bahkan mencapai hampir 90 persen. “Karena pelajar, kita menyasar langsung komunitasnya di sekolah, karena kebetulan juga, kita juga sebelum ada CKG itu sudah punya program skrining anak sekolah, yaitu sebagai skrining. Kalau sasaran remaja alhamdulillah cukup tinggi Kabupaten Kediri,” terang dr. Khotib.
Berdasarkan hasil CKG yang telah dilaksanakan, penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes menjadi temuan paling banyak di masyarakat Kabupaten Kediri. “Yang paling banyak adalah penyakit-penyakit yang sifatnya kronis. Darah tinggi, diabet itu yang paling cepat ketahuan, itu yang pertama. Kedua justru, kemungkinan besar justru mereka itu yang paling antusias untuk diperiksa,” jelasnya.
Menatap tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menargetkan peningkatan cakupan CKG. Strategi inovatif berbasis kegiatan pengumpulan massa akan terus dilanjutkan, dengan harapan dapat menjangkau peserta baru. “Mudah-mudahan yang diundang bukan yang yang lama-lama, sehingga kalau yang lama diundang cakupan kita enggak pernah naik karena yang diperiksa itu aja,” pungkas dr. Ahmad Khotib.
