Kawasan Nagoya, Kota Batam, kembali dilanda banjir pada Rabu (7/1/2026) siang. Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan, menghambat aktivitas warga dan mobilitas pengendara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air menutupi badan jalan di beberapa titik utama. Kondisi ini memicu kemacetan lalu lintas karena banyak pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari risiko mesin mati.

Nurcholish (44), seorang pengendara sepeda motor, mengungkapkan kehati-hatiannya saat melintasi genangan. “Airnya cukup tinggi, jadi kami terpaksa jalan pelan-pelan. Takut mesin mati kalau nekat,” ujarnya pada Rabu (7/1/2026).

Diduga, banjir berulang ini terjadi akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Saluran drainase terlihat penuh dan meluap ke jalan serta area sekitarnya. Warga setempat membenarkan bahwa banjir di kawasan tersebut kerap terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.

Dampak banjir juga dirasakan langsung oleh sektor ekonomi, khususnya pengemudi ojek daring. Arif (23), salah seorang warga Nagoya yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, mengeluhkan penurunan penghasilan. “Kalau hujan lebat dan banjir, orderan jadi sepi. Selain macet, kami juga khawatir motor rusak,” kata Arif.

  Jusuf Kalla: "Kemanusiaan Tidak Ada Batas Wilayah," Bantuan Asing untuk Aceh Diperbolehkan

Warga berharap Pemerintah Kota Batam segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini. “Harapannya drainase dibersihkan dan dikeruk supaya air bisa cepat mengalir,” ungkap seorang warga lainnya, menyuarakan harapan agar banjir tidak terus berulang.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di beberapa titik di kawasan Nagoya, menunggu hujan reda dan air berangsur surut.

50% LikesVS
50% Dislikes