Dua atlet futsal putri kebanggaan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil meraih medali perak pada ajang SEA Games 2025 di Thailand, Aselah Terecita Lukuaka (18) dan Quisepina Olin (21), tiba di Bandara El Tari Kupang pada Minggu (21/12/2025). Kedatangan mereka, sayangnya, tidak disambut oleh satu pun pejabat daerah.

Aselah Terecita Lukuaka mengaku tidak mengetahui perihal ada atau tidaknya penyambutan resmi. Namun, ia menegaskan tidak terlalu mempermasalahkannya. Baginya, pencapaian medali perak sudah menjadi kebanggaan tersendiri.

Kebanggaan Membawa Nama Indonesia dan NTT

“Dari NTT kami dua orang. Perasaannya bangga membawa nama Indonesia di SEA Games Thailand, terus bangga juga bisa bawah nama NTT di kancah internasional,” ujar Aselah, mengungkapkan perasaannya.

Menurut Aselah, berlaga di kancah internasional menuntut kesiapan mental yang tinggi. Ia mengakui sempat merasa sangat gugup, mulai dari tahapan seleksi hingga akhirnya berhasil masuk Timnas Futsal Putri Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman bertanding, mentalnya kian terasah.

“Kalau mau dibilang kondisi pastinya guguplah, tapi karena sudah pernah tanding beberapa kali terbentuklah mentalnya,” kata Aselah.

  Jalan El Tari Kupang Bersolek Jelang Natal, Pohon Rupiah Bekas Jadi Simbol Harapan Baru

Timnas Futsal Putri Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih medali emas. Namun, di babak final, mereka harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor akhir 0-5.

“Kemarin belum sempat cetak, kalah dari Vietnam kalah 5-0. Belum rezekinya cetak gol,” ungkap Aselah mengenai pertandingan final tersebut.

Persiapan Matang dan Perbedaan Sambutan

Aselah menjelaskan bahwa timnas futsal menjalani persiapan intensif selama empat bulan sebelum bertolak ke Thailand. Proses seleksi berlangsung selama tiga bulan di Yogyakarta, dilanjutkan dengan pemusatan latihan selama satu bulan di Jakarta.

“Sebulannya itu di Jakarta, persiapan matang untuk SEA Games Thailand. Kami satu pool dengan Vietnam dan Myanmar, satu pool tiga tim,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perbedaan suasana penyambutan saat tiba di Jakarta dan di Kupang. Di Jakarta, para atlet mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari federasi. “Setelah dari Thailand pulang ke Jakarta ada penjemputan dari federasi di bandara. Pengalaman yang berharga itu sebagai pemain debutan bisa meraih juara II,” tambah Aselah.

  PBNW dan Lazan NW Kirim Bantuan Kemanusiaan serta Bangun Sumur Bor di Aceh Pascabencana

Mengenai bonus bagi peraih medali, Aselah menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) maupun dari pihak NTT. “Dari Kemenpora belum ada soal bonus. Namun, pasti ada, tapi tidak sekarang, dari NTT tidak juga, belum tahu,” pungkasnya.

Debut Manis Quisepina Olin

Sementara itu, Quisepina Olin juga mengungkapkan kegembiraannya atas pengalaman berharga yang didapatkannya di Thailand. SEA Games 2025 menjadi debutnya di ajang internasional, dan ia berhasil mencetak dua gol.

“Yang pasti senang karena ini pertama kali ikut SEA Games. Kemarin saya cetak dua goal,” tandas Quisepina.

50% LikesVS
50% Dislikes