Vlog pindahan rumah selebgram dan konten kreator Eca Aura, atau Elsa Japasal, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Konten yang seharusnya menyoroti kemewahan dan desain fungsional rumah barunya justru mengalihkan perhatian publik pada sebuah benda kecil yang tak sengaja terekam kamera: sebuah tabung berwarna pink.
Dalam video dokumentasi pindahan rumah bagian kedua yang diunggah pada 7 Januari 2026, kamera sempat menyorot sudut kamar Eca. Di sana, sebuah tabung silinder berwarna pink terlihat jelas, langsung menarik perhatian sejumlah netizen yang jeli. Kolom komentar pun segera ramai mempertanyakan identitas tabung tersebut.
Spekulasi “Whip Pink” Merebak
Perdebatan bermula dari komentar seorang pengguna yang bertanya dengan hati-hati. “Eh sorry banget nih sebelumnya, kan aku nonton video Eca waktu pindah rumah trus aku liat ada tabung whip pink di kamarnya… aku cuma nanya aja ca itu untuk kamu buat kue kah bukan maksud gmn gmn ya caa,” tulis netizen tersebut.
Komentar ini memicu spekulasi luas, dengan banyak netizen yang langsung mengaitkan tabung pink tersebut dengan ‘whip cream charger’ atau yang populer disebut ‘whip pink’ atau ‘nangs’. Produk ini diketahui mengandung gas Nitrous Oksida (N₂O), yang sempat viral sebelumnya terkait kasus kematian Lula Lahfah.
Beberapa netizen menunjukkan skeptisisme. “Kalau buat kue kenapa taruh di kamar, bukan di dapur,” tulis seorang pengguna. Lainnya menambahkan, “Artis lg yg make whipink lg pd sibuk ngari kontennya yg kira2 kliatan whippinknya.”
Namun, tidak sedikit pula yang mencoba memberikan penjelasan alternatif. “APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sih itu my prend,” ujar salah satu netizen, mencoba berpikir positif.
Peringatan BPOM: Bahaya Penyalahgunaan Nitrous Oksida
Merujuk pada laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), gas Nitrous Oksida (N₂O) atau kode E942 memang memiliki kegunaan legal di berbagai bidang. Gas ini digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi dan analgesik ringan, dalam industri pangan sebagai propelan krim kocok (whipped cream), dan bahkan di bidang otomotif sebagai penambah tenaga mesin (NOS).
Namun, BPOM juga secara tegas mengingatkan bahayanya jika gas ini disalahgunakan untuk tujuan rekreasi. Saat dihirup langsung, N₂O dapat dengan cepat masuk ke otak, mengurangi rasa sakit, memberikan efek tenang, dan menimbulkan euforia.
Meskipun efeknya sering dianggap ‘ringan’, penggunaan berulang dapat menyebabkan berbagai dampak serius, antara lain:
- Kekurangan vitamin B12
- Kerusakan saraf permanen
- Kelumpuhan
- Kematian akibat hipoksia (kekurangan oksigen)
Para ahli menyoroti peran media sosial dalam menormalisasi perilaku berisiko ini. Survei Narkoba Global 2021 mencatat N₂O sebagai salah satu dari 10 zat rekreasi paling populer di dunia. Peningkatannya dikaitkan dengan banyaknya konten di platform seperti TikTok atau Instagram yang menampilkan penggunaan gas ini sebagai aktivitas ‘seru’ dan ‘lucu’, tanpa menyertakan edukasi tentang dampak jangka panjangnya.
Minimnya literasi kesehatan membuat sebagian pengguna, terutama anak muda, tidak memahami bahwa efek yang terasa ringan dalam jangka pendek dapat berujung pada kerusakan permanen. Tren ini diperparah oleh kemudahan akses produk dan kurangnya kontrol distribusi.

