Pemandangan pengendara yang turun dari kendaraan untuk mengoperasikan pompa bahan bakar sendiri kini semakin umum di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Fenomena ini menandai potret baru layanan energi, di mana konsumen diberikan kendali penuh melalui sistem self-service atau pengisian bahan bakar mandiri yang terus diperluas oleh Pertamina.
Inovasi ini tidak hanya menghadirkan pengalaman mengisi BBM yang lebih praktis dan efisien, tetapi juga berhasil memangkas waktu antrean. Dengan dukungan digitalisasi layanan melalui aplikasi MyPertamina, proses pengisian menjadi lebih cepat dan terukur, mencerminkan pergeseran kebiasaan di SPBU.
Proses Pengisian Bahan Bakar Mandiri
Dalam praktiknya, pengisian mandiri dimulai dari tahap pembayaran. Konsumen menyampaikan jenis BBM serta nominal yang diinginkan kepada petugas untuk mendapatkan struk berisi barcode. Setelah itu, kendaraan diarahkan ke dispenser yang telah ditentukan, dan tutup tangki dibuka dengan benar.
Langkah berikutnya adalah memindai barcode pada mesin dispenser untuk mengaktifkan pompa. Konsumen kemudian menarik tuas nozzle dan mengisi bahan bakar sesuai nominal yang telah dibayar. Setelah selesai, nozzle dikembalikan ke tempat semula, dan struk akhir diambil sebagai bukti pengisian.
Prioritas Keamanan dan Pendampingan
Meskipun memberikan kebebasan lebih bagi konsumen, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Pengguna diimbau untuk tidak meninggalkan tuas nozzle terlalu lama serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain di sekitarnya. Bagi pengguna baru, operator SPBU tetap siaga memberikan pendampingan guna memastikan proses pengisian berjalan aman dan tepat.
Saat ini, layanan self-service telah menyasar berbagai jenis kendaraan, termasuk jalur khusus roda dua di sejumlah wilayah. Potret mandiri di pompa energi ini menjadi penanda transformasi layanan SPBU menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat masa kini.









